DPRD Gunung Kidul rekomendasikan penutupan pasar hewan

id Antraks,Gunung Kidul

DPRD Gunung Kidul rekomendasikan penutupan pasar hewan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunung Kidul Kelik Yuniantoro. ANTARA/Sutarmi

Gunung Kidul (ANTARA) - Komisi D DPRD Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merekomendasikan agar pemerintah daerah setempat menutup sementara pasar hewan untuk mengantisipasi lalu lintas hewan ternak dari daerah lain yang membawa penyakit antraks.

Ketua Komisi D DPRD Gunung Kidul Supriyadi di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan pihaknya merekomendasikan agar pemkab berani untuk menutup sementara pasar hewan.

"Hal ini untuk mengantisiapsi keluar masuknya hewan ternak dari dan keluar Gunung Kidul. Seperti penanganan corona di Tiongkok juga melakukan isolasi. Kita isolasi seperti itu, sapi di Gunung Kidul sementara tidak boleh keluar dan ada sapi yang masuk karena indikasinya antraks berasal dari luar Gunung Kidul," kata Supriyadi.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan pemkab dalam penanganan antraks. Namun perlu ditingkatkan lebih lagi, seperti keberanian menutup pasar hewan.

"Kami minta pemkab lebih tegas dalam penanganan antraks, jangan sampai berdampak pada keterpurukan ekonomi warga dan sektor pariwisata," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunung Kidul Kelik Yuniantoro mengatakan dari laporan yang masuk di Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul ada sedikitnya 60 hewan ternak yang mati. Namun dari hasil pemeriksaan awal sebagian besar penyebab kematian bukan karena antraks.

Adapun penyebab kematian hewan ternak yakni keracunan, kurang gizi, larva lalat, radang rahim, demam, kembung dan kurang susu.

"Sebagian besar mati karena keracunan, ada 16 ekor. Untuk yang positif antraks sapi dua ekor dan tiga ekor kambing di Ngrejek Wetan (Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong) dan satu sapi di Desa Pucanganom (Kecamatan Rongkop)," kata Kelik.

Ia mengatakan kematian 51 ekor hewan ternak, pemkab tidak mengambil sampel darahnya, sisanya atau sembilan ekor tetap diambil sampelnya. Namun demikian, kesadaran masyarakat yang tinggi untuk mengubur semua hewan yang mati.

Saat ini pemerintah sedang melakukan vaksinasi ternak yang ada di zona kuning atau sekitar Desa Bedoyo. Untuk zona merah di Dusun Ngrejek Wetan dan Kulon, sudah dilakukan vaksinasi.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar