PHRI DIY pastikan pengusaha hotel di Yogyakarta antisipasi virus Corona

id virus Corona,hotel,yogyakarta

PHRI DIY pastikan pengusaha hotel di Yogyakarta antisipasi virus Corona

Hotel Grand Inna Malioboro. (FOTO ANTARA/HO/PR Grand Inna Malioboro)

Yogyakarta (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan para pelaku usaha perhotelan di Yogyakarta siap mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus virus Corona ke daerah itu.

"Sesuai dengan standar mutu pelayanan tentunya hotel-hotel di DIY selalu melaksanakan standar operasional prosedur (SOP) yang ada, lebih-lebih dengan adanya wabah virus Corona sekarang ini," kata Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono di Yogyakarta, Kamis.



Meski jumlah kunjungan wisatawan mancanegara asal China sebagai daerah wabah ke DIY tidak banyak, menurut dia, upaya kewaspadaan tetap harus dilakukan oleh pelaku usaha perhotelan berkoordinasi bersama pemerintah setempat.

"Langkah antisipasi dan kewaspadaan tetap harus kita lakukan bersama pemerintah terutama di pintu-pintu masuk wisatawan baik di bandara maupun stasiun," kata dia.

Ia menambahkan industri perhotelan yang telah memiliki sertifikasi usaha dan penggolongan kelas hotel di Yogyakarta otomatis wajib menjalankan SOP mulai dari aspek kualitas pelayanan hingga kebersihan.

Oleh sebab itu, Deddy berharap para wisatawan yang hendak berkunjung dan menginap di Yogyakarta tidak khawatir dengan informasi merebaknya virus Corona di sejumlah negara, utamanya di Kota Wuhan, China.

"DIY masih dinilai aman, nyaman untuk dikunjungi baik wisatawan mancanegara atau wisatawan nusantara," kata dia.

Public Relations Manager Grand Inna Malioboro Retno Kusuma mengatakan meski wisatawan asal China bukan pangsa pasar hotel itu, namun langkah preventif tetap dilakukan untuk menjaga kenyamanan para pengunjung.

"Kan tamu-tamu tidak tahu kalau tamu hotel ini ada atau tidak yang berasal dari China," kata dia.

Sejumlah upaya yang dilakukan manajemen Grand Inna Malioboro antara lain menyediakan gel pembersih tangan di lobi, hingga pemasangan poster di pintu masuk hotel berisi panduan bagi para tamu untuk menjaga kebersihan guna menghindari diri dari virus Corona.

"Kalau terkait kebersihan kami selalu utamakan, bahkan sebelum muncul kabar mengenai virus Corona karena ada standarisasi kebersihan," kata Retno.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DIY memastikan hingga 26 Januari 2020 belum ditemukan penderita pneumonia akibat infeksi virus Corona jenis baru di Yogyakarta.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar