"Jogja Heboh 2020" diharapkan dongkrak tingkat hunian hotel

id jogja heboh,hotel,okupansi,yogyakarta

"Jogja Heboh 2020" diharapkan dongkrak tingkat hunian hotel

Peserta mengikuti kirab saat acara Sarkem Fest 2019 di Jalan Pasar Kembang, Yogyakarta, Kamis (14/2/2019). Acara yang dihadiri oleh ribuan warga dan menampilkan berbagai kesenian mulai dari barongsai hingga topeng ireng itu menjadi rangkaian perhelatan Jogja Heboh 2019. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp.

saat ini okupansi hotel masih masuk low season atau musim sepi kunjungan yang biasanya berlangsung hingga Maret dengan rata-rata 45-55 persen.
Yogyakarta (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Retoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta berharap paket wisata murah "Jogja Heboh 2020" yang akan diselenggarakan 1 Februari-29 Maret 2020 mampu mendongkrak okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Yogyakarta yang hingga saat ini masih rendah.

"Meski kami tidak menargetkan, harapannya naik 10 persen dengan adanya Jogja Heboh," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Deddy Pranowo Eryono di Yogyakarta, Jumat.

Ia mengatakan saat ini okupansi hotel masih masuk low season atau musim sepi kunjungan yang biasanya berlangsung hingga Maret dengan rata-rata 45-55 persen.

Baca juga: PHRI DIY pastikan pengusaha hotel di Yogyakarta antisipasi virus Corona

Kegiatan wisata MICE (meeting, Incentive, convention, Exhibition) yang biasanya menjadi andalan hotel di Yogyakarta, menurut dia, juga masih belum banyak diselenggarakan oleh instansi pemerintahan atau BUMN baik dalam bentuk kegiatan pertemuan dan pameran.

Oleh sebab itu, dengan paket perjalanan wisata murah "Jogja Heboh" itu, diharapkan dapat menstabilkan okupansi dan mendongkrak kunjungan wisata di Yogyakarta.

"Saat ini 'low season' namun kita hanya berharap event ini paling tidak bisa menstabilkan okupansi agar tidak terlalu anjlok," kata dia.

Mengenai kabar merebaknya virus Corona di Kota Wuhan, China, menurut dia, tidak berpengaruh terhadap okupansi hotel di DIY. Hingga kini, kata dia, memang belum ada reservasi dari wisatawan asal China.

"Tapi wisman selain China seperti Eropa, Australia, Jepang, Asia masih masuk reservasi di DIY," kata dia.

Baca juga: Yogyakarta siapkan regulasi hotel virtual

Public Relations Manager Grand Inna Malioboro Retno Kusuma mengatakan saat perayaan Imlek pada 25 Januari 2020 okupansi hotel di kawasan Malioboro itu sempat mencapai 96 persen. Meski demikian, setelah momentum Imlek usai okupansi kembali normal menjadi 65 persen.

Seperti diberitakan, "Jogja Heboh 2020" akan dihelat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY bersama Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DIY, dan PHRI DIY. Paket wisata murah itu terintegrasi dengan sejumlah atraksi wisata dan budaya, serta festival seni di DIY.


 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar