Bupati petahana Bantul mendaftar calon bupati Pilkada 2020 lewat Golkar

id Golkar Bantul,koalisi gerindra-golkar,cabub-cawabub kabupaten bantul

Bupati petahana Bantul mendaftar calon bupati Pilkada 2020 lewat Golkar

Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu DPD Golkar Bantul, Widodo (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Suharsono, Bupati petahana Bantul mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020 melalui Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu DPD Golkar Bantul, Widodo usai menerima formulir pendaftaran bakal calon bupati di Bantul, Senin, mengatakan kedatangan Suharsono selain mendaftar sebagai bakal calon bupati juga kapasitasnya sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Bantul.

"Pak Harsono (Suharsono) datang ke sini adalah mendaftar sebagai calon bupati. Oleh karena Gerindra hanya punya delapan kursi maka kalau mengusung sendiri tidak bisa, sehingga Pak Harsono mendaftar di DPD Golkar yang membuka pendaftaran calon bupati dan wakil bupati," katanya.

Menurut dia, saat menyerahkan formulir pendaftaran, Suharsono menyampaikan keinginannya berkoalisi dengan Partai Golkar pada Pilkada Bantul September 2020, agar bisa mengusung paket pasangan calon bupati dan wakil bupati minimal didukung legislatif sembilan kursi.

"Pak Harsono sebagai Ketua DPC Gerindra ikut mendaftar dengan harapan ingin berkoalisi dengan Golkar. Kalau Golkar ada lima kursi, Gerindra delapan kursi kan ada 13 kursi, kalau bisa berkoalisi itu nanti bisa mencalonkan bupati dan wakil bupati," kata Widodo menirukan Suharsono.

Namun demikian, kata Widodo yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul ini, arah koalisi Golkar termasuk dengan Partai Gerindra pada Pilkada Bantul tergantung keputusan dan kesepakatan partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Tetapi ini nanti kan (koalisi), ya dan tidaknya tergantung partai, kesepakatan, komitmen bareng, kemudian visi misi sama kalau tidak sama kan berarti tidak bisa. Kalau nanti visi misi tentang calon bupati antara Golkar dan Gerindra sama, sangat dimungkinkan kita bisa berkoalisi," katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Gerindra Bantul Darwinto mengatakan kedatangan Suharsono ke DPD Golkar dalam rangka membangun komunikasi politik menjelang Pilkada pada September mendatang karena lima kursi yang dimiliki Golkar di DPRD menjadi modal untuk bisa berkoalisi.

"Kami dengan Golkar berharap nanti bisa saling berkoalisi sama-sama mengusung Pak Suharsono sebagai calon Bupati Bantul. Insya Allah arahnya kesana (koalisi)," kata Darwinto.

Ketua Tim Penjaringan DPD Partai Golkar Bantul Heru Sudibyo mengatakan, pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Bantul dibuka sejak 3 sampai 5 Februari, kemudian nama yang masuk akan disosialisasikan ke seluruh pengurus partai tingkat kabupaten sampai tingkat kecamatan dan desa untuk ditanggapi.

"Yang mendaftar akan disosialisasikan, kemudian hasilnya dikonsultasikan ke DPD Golkar DIY, kami rencanakan pada Maret minggu pertama kemudian ke DPP," kata Heru beberapa waktu lalu.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar