Perolehan Bulan Dana PMI Bantul 2020 ditargetkan naik 10 persen

id Bulan Dana PMI,PMI Bantul

Perolehan Bulan Dana PMI Bantul 2020 ditargetkan naik 10 persen

Launching Bulan Dana PMI Bantul 2020 ditandai dengan penyerahan surat keputusan oleh Bupati kepada Wakil Bupati selaku ketua Bulan Dana PMI 2020 dan penyerahan kupon Bulan Dana 2020 kepada Ketua PMI Bantul. (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Perolehan Bulan Dana Palang Merah Indonesia Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun 2020 ditargetkan naik sebesar 10 persen dari perolehan bulan dana PMI Tahun 2019 yang terkumpul sebesar Rp1 miliar.

"Saya harap kebersamaan dan sinergi serta kolaborasi di antara kita dapat terus kita tingkatkan sehingga pelaksanaan Bulan Dana PMI 2020 dapat berjalan lebih baik dan dana yang terkumpul semakin meningkat, terlebih pada tahun ini ada target kenaikan 10 persen dibanding 2019," kata Bupati Bantul Suharsono saat meluncurkan kegiatan Bulan Dana PMI Bantul 2020 di Bantul, Senin.

Bulan Dana PMI Bantul yang terkumpul pada 2019 sebesar Rp1 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 45 persen dari Tahun 2018 yang sebesar Rp688 juta. Jika ditargetkan naik 10 persen pada 2020, maka asumsinya minimal terkumpul sebesar Rp1,1 miliar.

Bupati mengatakan, terlaksananya Bulan Dana PMI 2019, merupakan hasil kerja keras dan andil seluruh pihak. Untuk itu Bupati menyampaikan apresisasi kepada keluarga besar PMI Bantul yang telah bekerja keras, penuh dedikasi dan semangat pengabdian sehingga penggalangan Bulan Dana PMI Bantul dapat berjalan dengan baik.

"Karena itu kepada seluruh panitia saya berpesan untuk melakukan sosialisasi secara profesional melalui pendekatan persuasif dengan sebaik-baiknya dalam rangka menumbuhkan rasa dan tanggung jawab sosial kemanusiaan untuk membantu sesama secara sadar dan ikhlas," katanya.

Selain itu, kata Bupati, agar menyusun dan tata mekanisme pengumpulan dana secara benar serta penentuan sasaran dan besaran secara akurat, sehingga hasil dana yang diperoleh nantinya dapat mencapai target, karena beban masyarakat sekarang yang semakin kompleks.

"Selain itu, lakukan terobosan terobosan dan inovasi serta inisiatif yang akan dapat membuat masyarakat tertarik ikut dalam penggalangan Dana PMI. Ada baiknya kita gali kegiatan-kegiatan yang non-karcis, seperti jalan sehat, olahraga, malam bhakti dan kegiatan inovatif lainnya," katanya.

Sementara itu, Ketua PMI Bantul Wirmon Samawi dalam laporannya mengatakan, bahwa organisasi PMI adalah perhimpunan nasional yang berdiri atas asas perikemanusiaan dan atas dasar sukarela dengan tidak membeda-bedakan bangsa, golongan, dan paham politik.

Hal itu, kata dia, sebagaimana tertuang dalam Undang Undang Nomor 1 Tahun 2018, yang dimana dalam pergerakkannya berlandaskan pada prinsip Kemanuasiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan.

"Pada tahun pertama periode kepengurusan 2019-2024, banyak hal yang sudah dilakukan dalam menjalankan amanat organisasi agar tercapainya PMI yang profesional, netral, mandiri, dan bergerak bersama masyarakat, dan kegiatan tersebut dapat terlaksana atas bantuan dari masyarakat Bantul melalui Bulan Dana PMI," katanya.

Menurut dia, Bulan Dana PMI Bantul, selain diperuntukkan sebagai oprasional pelaksanaan organisasi, yang sebesar 60 persen dana tersebut diwujudkan dalam bantuan kepada masyarakat serta kegiatan-kegiatan pengembangan sumber daya manusia (SDM), lendidikan serta pelatihan baik didalam internal PMI maupun masyarakat.

"Di Tahun 2019 telah dilaksanakan pelatihan bagi masyarakat, mahasiswa dan relawan PMI sejumlah 33 kali, dan rekrutmen anggota dan relawan PMI sejumlah 89 relawan, dan Pembinaan PMR di sekolah ada 1.413 orang anggota serta Pembinaan Relawan Donor Darah Sukarela (DDS) sebanyak 3.988 orang," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar