Bakal cabup Bantul menyebut semua kandidat berpeluang jadi bupati

id PAN Bantul Ardi

Bakal cabup Bantul menyebut semua kandidat berpeluang jadi bupati

Ketua DPD PAN Bantul yang juga bakal calon bupati dalam Pilkada Bantul 2020 Mahmud Ardi Widanto (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Bakal calon bupati Bantul dari Partai Amanat Nasional Mahmud Ardi Widanto menyebutkan bahwa semua kandidat yang maju dalam kontestasi Pilkada 2020 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berpeluang menjadi bupati.

"Artinya semua yang maju di (Pilkada) tahun ini berpeluang menjadi bupati, jadi tidak ada istilahnya calon incumbent (petahana) itu lebih unggul, semua peluang kandidat sama," kata Ardi yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Bantul, di Bantul, Rabu.

Semua kandidat berpeluang menjadi bupati maupun wakil bupati pada Pilkada Bantul 2020 karena berdasarkan pemetaan yang dilakukan partai berlambang matahari terbit bersama tim konsultan menyebut bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah Bantul era kepemimpinan saat ini sekitar 50 persen.

"Oleh karena itu semua berpeluang dan saya sampaikan data terakhir dari tim konsultan yang saya ajak melakukan pemetaan di Bantul menyampaikan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap pemimpin saat ini di bawah 50 persen, jadi konkret semua berpeluang," katanya.

Ardi sampai sejauh ini sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati melalui penjaringan yang dibuka DPD Golkar Bantul belum lama ini, kemudian beberapa waktu lalu juga mendaftarkan sebagai bakal calon wakil bupati melalui DPC Partai Gerindra Bantul yang saat itu membuka pendaftaran.

Selain Ardi, sejumlah kandidat dari kader partai politik (parpol) seperti Suharsono (Partai Gerindra), Abdul Halim Muslih (PKB), Joko Purnomo (PDI Perjuangan), dan Nur Rakhmat (Demokrat) termasuk sejumlah nama yang telah mendaftar sebagai bakal cabup maupun cawabup.

"Semua punya peluang, bahkan pilkada ini sangat cair dan semua punya peluang sama. Mudah-mudahan kebuntuan yang ada di Bantul segera cair," katanya.

Terkait dengan arah koalisi PAN dalam Pilkada Bantul 2020, Ardi mengatakan, sedang melakukan komunikasi dengan Partai Golkar yang kebetulan sedang melakukan penjaringan bakal calon dengan harapan dapat mengusung pasangan calon sendiri, terlebih dirinya telah direkomendasikan DPP untuk maju pilkada.

"Saya dapat SK (Surat Keputusan) dari DPP PAN untuk mencari pasangan baik sebagai calon bupati maupun calon wakil, makanya saya daftar di Golkar sebagai cabup, kemarin di Gerindra daftar cawabup. Karena Golkar di bawah PAN dalam perolehan suara maka saya ajak untuk berkoalisi di Bantul," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu DPD Golkar Bantul Widodo mengatakan, terkait koalisi dengan PAN dalam Pilkada Bantul 2020, sampai saat ini baru tahap penjajakan dan belum mengarah pada koalisi, karena partai berlambang pohon beringin ini masih terbuka menjalin komunikasi politik dengan parpol lain.

"Ya ini baru tahap penjajakan, artinya baru omong kebersamaannya bagaimana, kalau dengan PAN baru penjajakan, semua sama baru komunikasi, belum ada keputusan (koalisi) dengan siapa," katanya.

Akan tetapi, Widodo mengatakan, semua sudah melakukan komunikasi baik dengan Partai Gerindra, PAN, PDI Perjuangan maupun PKB, karena dalam koalisi terutama untuk mengusung pasangan calon harus memiliki kesamaan atau sesuai dengan visi misi masing-masing.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar