Kebun plasma nutfah pisang Yogyakarta ditata dari sisi selatan

id Kebun Plasma Nutfah Pisang,kultivar

Kebun plasma nutfah pisang Yogyakarta ditata dari sisi selatan

Ilustrasi Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar melalui APBD 2020 untuk menata bagian selatan Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta sehingga menambah akses pengunjung.



“Selama ini, akses utama untuk masuk ke Kebun Plasma Nutfah Pisang berada di sisi utara dengan jalan yang cukup sempit. Nantinya, kami akan membuka akses dari sisi selatan supaya lebih nyaman,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Minggu.



Menurut dia, tambahan akses dari sisi selatan tersebut tidak hanya dengan menempatkan pintu masuk saja tetapi juga melakukan penataan tanaman pisang sesuai dengan jenisnya karena saat ini masih terlihat terbengkalai.



“Kami akan menata tanaman pisang supaya terlihat lebih rapi dan bersih, tidak hanya dibiarkan tumbuh begitu saja,” katanya yang juga akan membangun semacam kolam ikan atau air mancur untuk memperindah suasana Kebun Plasma Nutfah Pisang.



Saat ini, lanjut Sugeng, Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta memiliki fungsi untuk pengembangan kultivar pisang sekaligus edukasi tentang pisang kepada masyarakat.



Berdasarkan catatan awal, Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta memiliki koleksi sekitar 300 kultivar pisang. Jumlah kultivar pisang tersebut akan didata ulang karena dimungkinkan ada penamaan yang berbeda untuk kultivar yang sama.



“Dari penyisiran awal, terkadang untuk kultivar yang sama dicatat dalam dua atau tiga nama yang berbeda sehingga dimungkinkan jumlah kultivar yang sebenarnya hanya sekitar 170 jenis,” katanya.



Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta akan menggandeng Balai Penelitian Buah Tropis untuk pengembangan kultivar pisang di masa yang akan datang termasuk untuk penambahan jenis kultivar baru di kebun tersebut.



“Ada beberapa sentra pisang yang juga akan kami datangi. Misalnya ke Lumajang atau Solok untuk mendapat kultivar pisang baru. Minimal 10 kultivar,” katanya.



Selain mencari kultivar baru, Sugeng mengatakan, juga akan mendorong laboratorium di Kebun Plasma Nutfah Pisang untuk terus mengembangkan kultivar jenis baru melalui persilangan. “Kultivar jenis baru tersebut seharusnya memiliki kualitas yang lebih baik dibanding kultivar awal,” katanya.



Namun, lanjut Sugeng, hal tersebut sulit dilakukan sehingga sampai saat ini baru ada satu jenis kultivar baru yang bisa dihasilkan dari Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta yaitu Raja Bagus yang berasal dari persilangan Pisang Raja dan Pisang Talun.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar