Dinas Kesehatan Bantul pastikan pasien gejala mengarah corona belum ditemukan

id Dinkes Bantul,corona

Dinas Kesehatan Bantul pastikan pasien gejala mengarah corona belum ditemukan

Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan bahwa pasien-pasien dengan gejala yang mengarah pada ciri-ciri terinfeksi novel coronavirus belum ditemukan, baik yang dirawat di rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo di Bantul, Senin mengatakan bahwa yang sekarang baru diberitakan besar terkait dengan kesehatan adalah novel coronavirus, dan untuk mendeteksi pasien yang terinfeksi bisa dilihat dari ciri-cirinya, seperti demam, sakit tenggorokan kemudian sesak napas.

"Tetapi kalau mau menuju ke sana (terduga terkena corona) itu hari ini protapnya adalah yang pulang dari negara terjangkit (China), namun sampai hari ini gejala seperti itu belum ada, di Bantul belum kita temukan," katanya.

Agus mengatakan, memang ada satu pasien yang sempat dirawat di ruang isolasi RSUD Panembahan Senopati Bantul belum lama ini karena mengeluhkan demam dan batuk setelah pulang dari China menyusul adanya pandemi virus yang saat ini mewabah dan menjadi perhatian masyarakat dunia.

"Kemarin yang dirawat (di RSUD) itu hanya observasi karena pulang dari China, tapi gejalanya juga tidak khas itu, cuma karena kehati-hatian kita observasi, dan onservasinya pun observasi batuk. Jadi kami pastikan bahwa gejala-gejala yang kemudian mengarah ke identifikasi novel coronavirus ini belum ada di Bantul," katanya.

Meski belum ditemukan tidak ada yang terjangkit virus corona, Dinkes Bantul tetap mengimbau masyarakat selalu menjaga kesehatan dan meningkatkan kekebalan tubuh, agar tidak mudah terkena penyakit, seperti flu atau masalah kesehatan yang sering dialami manusia karena tidak menjaga kesehatan.

"Untuk menjaganya pasti dengan PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat, gizi seimbang, olahraga kemudian termasuk personal hygiene kebersihan diri dan kebersihan lingkungan, itu menjadi kata kunci penting. Jadi makanan sehat dan kebersihan diri, termasuk PHBS itu, harus diutamakan," katanya.

Dia juga mengatakan apabila warga terserang flu dan batuk, diharapkan bisa menjaga etika, misalnya apabila hendak batuk dijauhkan dari wajah orang di sekelilingnya, dan dianjurkan memakai masker penutup mulut hidung apabila melaksanakan aktivitas di luar dan berinteraksi dengan orang lain.

"Etika batuk harus kita budayakan di masyarakat, kalau sakit flu batuk ya mestinya pakai masker, cukup pakai masker bedah. Karena seperti yang sudah kita dengarkan di berita beberapa hari ini penularannya (virus corona) adalah dengan kontak dekat dan ada cipratan ludah atau cairan dari tubuh," katanya.

"Jadi seperti ketika menjaga dari penularan flu biasa, kalau sudah pakai masker atau yang sakit pakai masker sebetulnya bisa terhindar dari penularan. Dan sekali lagi kalau kita bisa menjaga diri kita, perilaku hidup bersih dan sehat, makan yang cukup bagi kesehatan kita, InsyaAllah tidak tertular," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar