Disperindag Kota Yogyakarta usulkan penataan PKL Sudirman ke pasar terdekat

id PKL,Sudirman,penataan,pasar

Disperindag Kota Yogyakarta usulkan penataan PKL Sudirman ke pasar terdekat

Ilustrasi kegiatan jual beli di salah satu pasar tradisional di Kota Yogyakarta (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta mengusulkan agar penataan pedagang kaki lima/PKL di sepanjang Jalan Sudirman dari simpang Jembatan Gondolayu hingga Tugu dapat diarahkan ke pasar tradisional terdekat dari lokasi awal.



“Dari ruas Jalan Sudirman, ada beberapa pasar tradisional terdekat yang bisa dimanfaatkan, seperti Pasar Kranggan, Pasar Pingit atau ke Pasar Karangwaru,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yogyakarta, Senin.



Menurut dia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta siap melakukan inventarisasi untuk menyediakan data mengenai ketersediaan los atau tempat di pasar tradisional yang masih bisa dimanfaatkan sebagai lokasi relokasi pedagang kaki lima (PKL).



“Kami juga akan memperluas inventarisasi ke pasar tradisional lain jika data mengenai ketersediaan los tersebut masih dibutuhkan. Di Yogyakarta ada 30 pasar tradisional. Saya kira, pasti ada tempat untuk penataan PKL,” katanya.



Yunianto mengatakan, data tersebut dapat disiapkan dalam waktu sesegera mungkin sehingga penataan PKL pun bisa dilakukan secepatnya sesuai kebutuhan.



“Kami tentunya akan menyesuaikan penyiapan lokasi dengan pekerjaan penataan trotoar di Jalan Jenderal Sudirman. Jika diminta memasukkan PKL dalam waktu dekat pun, kami siap,” katanya.



Namun demikian, ia juga berharap adanya dukungan dari organisasi perangkat daerah lain terkait penataan PKL masuk ke pasar tradisional, di antaranya perbaikan fisik pasar atau lokasi penempatan PKL.



PKL yang sudah masuk ke pasar tradisional, lanjut dia, akan diminta mengikuti aturan berjualan di pasar tradisional dan menyesuaikan barang dagangan dengan zona berjualan yang mereka tempati.



Di sepanjang ruas Jalan Sudirman dari simpang Jembatan Gondolayu hingga Tugu Yogyakarta terdapat 18 pedagang kaki lima.



Sebelumnya, Camat Jetis Sumargandi mengatakan, pedagang kaki lima tidak akan diperbolehkan berjualan kembali di trotoar apabila revitalisasi trotoar di Jalan Jenderal Sudirman sudah selesai dilakukan. PKL akan ditata masuk ke pasar tradisional.



Sumargandi mengatakan, sosialisasi mengenai kebijakan tersebut sudah dilakukan kepada PKL dan PKL yang rata-rata berjualan makanan memahami serta tidak keberatan jika nantinya ditata masuk ke pasar tradisional.



Relokasi ke pasar tradisional dilakukan karena ruas jalan di Kecamatan Jetis rata-rata sudah tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai lokasi berjualan oleh PKL. “Kalau nanti PKL harus mencari lokasi sendiri dan mengurus izin dari awal mungkin justru merepotkan. Ini kami bantu dan fasilitasi untuk masuk ke pasar tradisional tetapi PKL harus menyesuaikan jenis dagangan mereka,” katanya.



Meskipun demikian, Sumargandi tidak menyebut secara spesifik pasar tradisional yang akan diprioritaskan sebagai lokasi penempatan melainkan menyerahkan sepenuhnya ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan. “Tidak harus di Pasar Kranggan yang lokasinya berdekatan dengan Jalan Sudirman, tetapi bisa di pasar mana saja di Kota Yogyakarta,” katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar