Budi daya ikan hemat lahan air program unggulan Bantul

id Budi daya ikan

Budi daya ikan hemat lahan air program unggulan Bantul

Ilustrasi budi daya ikan (Foto ANTARA/dokumen)

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul Suharsono menyatakan kegiatan budi daya ikan dengan sistem hemat lahan dan air atau matlair menjadi salah satu program unggulan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam meningkatkan kesejahteraan kelompok pembudidaya perikanan.

"Bahwasanya Bantul di bidang perikanan mempunyai beberapa kegiatan unggulan, di antaranya budi daya ikan lele matlair (hemat lahan dan air), dan pengembangan ikan hias," kata Bupati saat kunjungan kerja ke kawasan perikanan budi daya bantuan hibah Gubernur DIY di Desa Wirokerten Banguntapan Bantul, Selasa.

Menurut dia, budi daya ikan matlair yang sudah dikembangkan kelompok pembudidaya perikanan (pokdakan) di beberapa lokasi wilayah Bantul itu karena adanya keterbatasan lahan dan air. Bahkan di sebagian wilayah juga dilakukan budi daya ikan secara kolaboratif.

"Seperti budi daya ikan dan padi atau minapadi, udang dan padi atau ugadi, mina kelapa, mina pisang dan bentuk kolaborasi lain yang tujuan akhirnya adalah produktivitas lahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Bupati.

Suharsono menjelaskan, sampai saat ini di wilayah Bantul terdapat sebanyak 5.176 pembudidaya ikan yang tersebar di seluruh 17 kecamatan, dan sebanyak 575 nelayan di sepanjang pantai selatan Bantul.

Oleh karena itu, kata Bupati, berbagai upaya peningkatan kapasitas usaha kelautan dan perikanan senantiasa terus dilakukan baik melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan teknologi maupun fasilitas usaha lainnya.

"Karena itu, atas nama Pemkab Bantul memberikan terimakasih kepada Gubernur DIy yang telah berupaya membantu masyarakat pelaku usaha perikanan dan kelautan dalam bentuk sarana dan prasarana, seperti kolam ikan yang ada di Desa Wirokerten ini," katanya.

Bupati mengatakan, dengan adanya kolam ikan budi daya bantuan Gubernur DIY akan menjadi motivasi masyarakat khususnya di Desa Wirokerten untuk lebih meningkatkan sumber daya, khususnya bidang perikanan demi kesejahtareaan masyarakatnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wirokerten Bantul Rahmawati Widyaningsih mengatakan, program optimalisasi sumber daya alam, aset lahan dan bangunan fisik, fasilitas perikanan ini merupakan upaya peningkatan produksi dan pemasaran industri ikan air tawar melalui pola kemitraan Pokdakan Mina Lestari.

"Bantuan sebesar Rp1,5 miliar kami gunakan untuk membangun 22 kolam dengan ukuran berbeda-beda, yang terdiri kolam produksi, kolam indukan, kolam pembibitan dan sarana pendukung, termasuk perbaikan saluran sepanjang 331 meter untuk mengaliri kolam dan dapat difungsikan sebagai sumber air masyarakat," katanya.

Dia mengatakan, kawasan perikanan budi daya seluas 4 hektare ini akan dijadikan sebagai kawasan perikanan yang terintegrasi dengan pengembangan wisata dan edukasi bagi semua lapisan masyarakat, sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat dengan munculnya usaha-usaha baru.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar