BMKG minta wisatawan waspadai gelombang tinggi laut selatan Yogyakarta

id laut selatan ,yogyakarta,BMKG

BMKG minta wisatawan waspadai gelombang tinggi laut selatan Yogyakarta

Wisatawan menikmati suasana Pantai Parangtritis di Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (5/1/2020). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/ama.

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengimbau wisatawan dan nelayan yang beraktivitas di pesisir selatan Yogyakarta mewaspadai gelombang laut yang tingginya diperkirakan mencapai 2,5 sampai 3,0 meter selama beberapa hari ke depan.

"(Tinggi gelombang) lebih dari 2,5 meter statusnya adalah waspada terutama untuk nelayan dengan kapal bermesin kecil dan wisatawan," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Indah Retno Wulan di Yogyakarta, Rabu.

Indah mengatakan gelombang laut dengan kategori cukup tinggi itu diperkirakan terjadi di pesisir selatan Yogyakarta hingga 15 Februari 2020.

"Kecepatan angin di laut mencapai 25 sampai 40 kilometer per jam," kata dia.

Menurut Indah, potensi gelombang tinggi itu terjadi karena saat ini muncul gangguan cuaca berupa beberapa pusat tekanan udara rendah di perairan selatan Pulau Jawa.

Oleh sebab itu, ia berharap wisatawan yang berada di kawasan destinasi wisata pantai di sepanjang pesisir selatan Yogyakarta untuk tidak melakukan aktivitas mandi atau bermain di sekitar perairan.

"Wisatawan diharapkan memperhatikan imbauan dari petugas yang berada di lokasi pantai dengan terus memperbarui informasi dari BMKG," kata Indah.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana secara khusus mengimbau agar selain memperhatikan informasi dari BMKG, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis mewaspadai keberadaan area palung atau cekungan di dasar Pantai Parangtritis, Bantul yang lokasinya ditandai dengan rambu peringatan.

Imbauan itu disampaikan Biwara menyusul tujuh mahasiswa terseret ombak di Pantai Parangtritis, Sabtu (8/2) malam.

"Perlu disadari adanya palung dan ombak besar yang bisa datang tiba-tiba," kata Biwara saat dihubungi, Senin (10/2).

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar