Bantul dorong masyarakat bertanggung jawab mengelola sampah

id Sampah liar,Bantul

Bantul dorong masyarakat bertanggung jawab mengelola sampah

Tumpukan sampah yang tidak pada tempatnya (Foto ANTARA/dokumen)

dorongan agar masyarakat bertanggung jawab mengelola sampah sangat penting untuk menuju Bantul Bersih Sampah 2020 yang diprogramkan Pemkab,...
Bantul (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong masyarakat atau rumah tangga hingga tingkat pedukuhan daerah ini bertanggung jawab mengelola sampah yang dihasilkan atau diproduksi mereka sendiri.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Wahid di Bantul, Kamis, mengatakan persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama tidak hanya pemerintah, melainkan juga masyarakat, karena itu diperlukan kesadaran masyarakat untuk menangani sampah yang dihasilkan rumah tangganya.

"Memang kita harus bersama-sama dengan masyarakat, masyarakat itu perlu didorong terus untuk mereka bertanggung jawab, prinsipnya siapa yang memproduksi sampah itu yang bertanggung jawab, jadi kalau masyarakat memproduksi sampah ya masyarakat bertanggung jawab," katanya.

Baca juga: Yogyakarta memastikan pembuangan sampah ke TPA Piyungan tetap lancar

Menurut dia, dorongan agar masyarakat bertanggung jawab mengelola sampah sangat penting untuk menuju Bantul Bersih Sampah 2020 yang diprogramkan Pemkab, dan pihaknya menyebut sejak dicanangkan pada 2019, persoalan sampah di Bantul sudah tertangani dengan baik.

"Kalau secara nasional, Nasional Bersih Sampah itu 2025, kita sudah mendahului Bantul Bersih Sampah 2020, jadi kita memulai 2019 itu targetnya sampah dibuang di tempat yang semestinya, kemudian pembuangan sampah 'liar' diharapkan sudah nol (tidak ada)," katanya.

Wahid menambahkan, walaupun sekarang ini perilaku membuang sampah tidak pada tempatnya hingga muncul tumpukan sampah 'liar' masih ada, tapi diakui semakin sedikit karena masyarakat di tingkat pedukuhan dan desa sudah mulai membuat tempat pembuangan sampah (TPS) dengan sistem 3R (Reuse, reduce, recycle).

"Kemudian target sekarang kita tingkatkan dengan peningkatan pelayanan, peningkatan cakupan dan penurunan produksi sampah, jadi meski jumlah penduduk naik tapi harus turun jumlah sampahnya, harus apa di recycle, digunakan kembali, dikurangi volumenya, itu yang menjadi target kita," katanya.

Dia menyebut, total produksi sampah se-Bantul mencapai sekitar 600 ton per hari, akan tetapi yang bisa dikelola oleh pemerintah daerah hanya sekitar 100 sampai 125 ton per hari, sementara sampah yang lain dikelola oleh masyarakat di tingkat dusun maupun tingkat perdesaan.

"Jadi mereka harus melakukan pemilahan dan juga merecycle, mereuse mereduce sampah, jadi itu pentingnya ada kebersamaan dengan semua stakeholder dan masyarakat untuk Bantul Bersih Sampah 2020," katanya.
Baca juga: DLH Bantul sebut pemerintah desa bertanggung jawab tangani sampah di desa
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar