Pemkab Sleman memberantas sarang nyamuk di Komplex AAU Yogyakarta

id PSN di AAU,Pokjanal DBD Sleman,Dinkes Sleman,DBD,Kabupaten Sleman

Pemkab Sleman memberantas sarang nyamuk di Komplex AAU Yogyakarta

Tim Pokjanal DBD Sleman melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Komplek AAU Yogyakarta. Foto Antara/HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Tim Kelompok Kerja Operasional Demam Berdanrah Dengue (Pokjanal DBD) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di komplex Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Jumat.

"Kegiatan PSN ini dilakukan menyusul laporan kasus demam berdarah terhadap dua taruna AAU Yogyakarta beberapa waktu yang lalu," kata Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Sleman, Dulzaini.

Menurut dia, atas laporan kasus DBD tersebut, pihaknya bekerja sama dengan AAU melakukan pemantauan jentik secara berkala.

"Kegiatan PSN ini dimaksudkan untuk mencari data terkait bebas jentik karena untuk kasus DBD ini kita juga harus mengendalikan nyamuk aedes aegyptinya," katanya.

Tim Pokjanal melakukan pemantauan dengan menyusuri tempat-tempat yang memiliki potensi menjadi sarang jentik nyamuk seperti pot tanaman, selokan, toilet dan beberapa tempat lainnya.

"Setelah kami pantau beberapa tempat, yang justru letaknya di depan ruangan kelas taruna positif ada beberapa pot tanaman yang terdapat jentik-jentik nyamuk, sehingga bisa kami sebut rawan DBD karena sudah ada kasus juga sebelumnya," katanya.

Dulzaini menyampaikan untuk kasus DBD di Kabupaten Sleman pada tahun 2019 mencapai angka yang cukup tinggi yaitu 728 kasus. Namun jumlah tersebut mengalami penurunan yang signifikan di tahun 2020.

"Penurunan jumlah kasus DBD di Kabupaten Sleman ini bisa dilihat pada Januari 2020, jumlah kasus DBD terdapat 41 kasus, sedangkan pada Januari 2019, terdapat 109 kasus," katanya.

Ia mengatakan, kasus DBD di Kabupaten Sleman juga sangat dipengaruhi perubahan iklim.

"Kami mengimbau masyarakat untuk terus memperhatikan kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya untuk meminimalisir adanya jentik nyamuk yang berpotensi terjadinya kasus DBD," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar