Peralatan pemadam kebakaran di Bantul masih kurang

id BPBD Bantul,Bantul

Peralatan pemadam kebakaran di Bantul masih kurang

Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Kalau relawan pemadam kebakaran jumlahnya sudah cukup, ...
Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan bahwa peralatan dan sarana prasarana pendukung pemadam kebakaran di Bantul  masih kurang, sehingga  perlu ditambah.

"Kalau relawan pemadam kebakaran jumlahnya sudah cukup, cuma yang kurang  perlengkapannya juga sarana prasarananya, dan ini nanti ke depan juga menjadi perhatian pemerintah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Senin.

Menurut dia, harapannya ke depan ada bantuan stimulan peralatan terhadap teman-teman relawan pemadam kebakaran yang berada di bawah koordinasi BPBD maupun Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), supaya bisa untuk berlatih di lingkungan masing-masing.

"Sebetulnya relawan pemadam kebakaran maupun penanggulangan bencana itu butuh sebuah transportasi, transportasi terutama roda tiga yang di situ sudah ada sarana prasarana dan peralatan baik itu selang, pompa untuk kesiapsiagaan manakala terjadi bencana ataupun kebakaran," katanya.

Baca juga: BPBD : sembilan kecamatan di Bantul terdampak angin kencang

Dwi mengharapkan, kendaraan roda tiga lengkap dengan peralatan pemadam kebakaran tersebut perlu mengingat bisa menjangkau lokasi kebakaran di daerah-daerah dengan akses jalan kecil yang memang belum dapat terjangkau armada pemadam kebakaran.

"Harapan kami tidak hanya di kecamatan, dan harusnya di desa, masing-masing desa harusnya sudah ada itu, toh biaya tidak terlalu mahal, untuk satu unit sepeda motor roda tiga dan sarana prasarana itu minimal sebesar Rp50 juta," katanya.

Terkait dengan sumber daya manusia (SDM) pemadam kebakaran dan relawan kebakaran di Bantul, Dwi mengatakan, hampir semuanya tergabung dalam relawan penanggulangan bencana, sebab kesiapsiagaan dan reaksi cepat mereka menjadi bagian yang tidak terpisahkan ketika dibutuhkan manakala terjadi bencana.

"Cuma relawan kebakaran ada spesifikasi tersendiri, dan di FPRB tiap desa juga ada yang khusus menangani kebakaran, ada yang khusus evakuasi, khusus untuk simulasi dan sebagainya. Dan ini sudah diatur dalam sebuah tataran organisasi tersebut," katanya.
Baca juga: Kawasan Jembatan Tegaldowo Bantul dikembangkan menjadi taman wisata
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar