Yogyakarta akan pastikan tidak ada lagi pasar tergenang saat hujan

id Pasar, beringharjo,genangan,hujan,yogyakarta

Yogyakarta akan pastikan tidak ada lagi pasar tergenang saat hujan

Koordinasi antara Disperindag Kota Yogyakarta dengan lurah seluruh pasar di kota tersebut untuk mengantisipasi munculnya genangan air di pasar saat hujan lebat , Senin (17/2/2020).(Antara/HO-Disperindag Kota Yogyakarta)

genangan di Pasar Beringharjo juga disebabkan saluran air hujan yang tidak berfungsi optimal karena adanya endapan yang belum dibersihkan.

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta akan memastikan bahwa munculnya genangan air di dalam Pasar Beringharjo saat hujan lebat akhir pekan lalu tidak lagi terulang, bahkan tidak lagi terjadi di seluruh pasar tradisional.

“Kami cek semuanya untuk memastikan kejadian ini tidak terulang. Tidak boleh lagi terulang,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Yogyakarta, Senin.

Salah satu upaya untuk memastikan agar kejadian timbulnya genangan air di dalam pasar saat hujan lebat tidak lagi terulang, maka Disperindag Kota Yogyakarta meminta seluruh lurah pasar untuk kembali mengecek saluran air hujan yang ada di lingkungan pasar maupun di sekitar pasar.

Selain dipicu oleh curah hujan yang sangat lebat, Yunianto mengatakan, genangan di Pasar Beringharjo juga disebabkan saluran air hujan yang tidak berfungsi optimal karena adanya endapan yang belum dibersihkan.

“Saluran air hujan yang ada di lingkungan Pasar Beringharjo segera dibersihkan. Namun untuk saluran air hujan yang ada di wilayah sekitar pasar perlu koordinasi dengan instansi terkait,” katanya.

Baca juga: Wajib pajak PBB Kota Yogyakarta bisa ajukan keringanan

Ia memastikan, genangan yang muncul saat hujan lebat tidak disebabkan oleh tumpukan sampah di saluran air hujan.

“Sampah dari pasar sudah bisa tertangani dengan baik. Tidak ada sampah yang menyumbat tetapi murni karena endapan pasir yang belum dibersihkan di saluran drainase,” katanya.

Ia pun menegaskan, berbagai tindakan preventif untuk memastikan tidak ada lagi genangan saat hujan lebat harus dilakukan secara rutin di seluruh pasar tradisional di Kota Yogyakarta sehingga agar konsumen tetap nyaman berbelanja di pasar tradisional.

“Tentunya akan tidak nyaman jika berbelanja di pasar yang kondisinya tergenang atau becek. Penataan di berbagai pasar tradisional pun terus dilakukan meski dalam skala yang kecil tetapi dilakukan terus menerus,” katanya.

Selain menyebabkan genangan di dalam pasar, hujan lebat dan angin kencang yang mengguyur Kota Yogyakarta dan sekitarnya pada Jumat (14/2) menyebabkan belasan pohon tumbang yang tersebar di berbagai lokasi, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

BPBD Kota Yogyakarta kembali mengingatkan warga dan meminta Kampung Tangguh Bencana (KTB) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan angin kencan saat musim hujan dan selalu mengecek kondisi di lingkungan sekitar termasuk pohon yang rawan tumbang atau talut yang rawan longsor.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta usulkan pelayanan kesehatan kembali gunakan Jamkesda

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar