Tim tenis putri Indonesia tundukkan Srilanka 2-1 pada WJTC 2020

id tenis,World Junior Tennis Competition 2020

Tim tenis putri Indonesia tundukkan Srilanka 2-1 pada WJTC 2020

Kholisa Siti Maisaroh, Tara Naura Nur Azizah, dan Joann Lynn Hartono berpose setelah mengalahkan tim putri Srilanka dalam pertandingan kualifikasi zona Asia/Oseania World Junior Tennis Competition yang dimainkan di lapangan tenis Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (17/2/2020). (ANTARA/HO/tennisindonesia.com)

Jakarta (ANTARA) - Tim putri Indonesia menundukkan Srilanka dengan skor 2-1, pada hari kedua kualifikasi zona Asia/Oseania World Junior Tennis Competition (WJTC) 2020 yang dimainkan di Lapangan tenis Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (18/2).

Pada laga pertama, wakil tim merah-putih Joanne Lynn Hartono takluk dari petenis Hasali Gajaba. Petenis kelahiran 2007 itu menyerah dengan skor 4-6, 6-2, 5-7 setelah menjalani pertandingan berdurasi dua jam 54 menit.

Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah Kholisa Siti Maisaroh menang meyakinkan 6-3, 6-0 atas Vishmi Serangsinghe pada pertandingan kedua.

Kholisa kembali menjadi penentu kemenangan Indonesia pada laga ketiga. Berpasangan dengan Tara Naura Nur Azizah pada pertandingan ganda, mereka mendulang kemenangan 6-0, 6-2 atas pasangan Hasali Gajaba/Ruvi Lewkbandara.

Pada Rabu, tim putri Indonesia akan berhadapan dengan Pasifik Oseania.

"Kami optimistis bisa memetik kemenangan lagi. Namun kemungkinan besar kami akan melakukan rotasi petenis tunggal kedua yang tampil di pertandingan pembuka menghadapi Pasifik Oseania," kata kapten tidak bermain Okky Yonda setelah pertandingan.

"Joanne Lynn Hartono sudah tampil luar biasa melawan Srilanka, dia membutuhkan pemulian karena telah mental dan daya tahannya telah terkuras. Tiara Naura Azizah akan menggantikan posisi Joanne di nomor tunggal," tambahnya.

Dua tim terbaik dari kelompok putra dan putri akan mendapatkan tiket untuk tampil di babak final kualifikasi Asia/Oseania WJTC 2020 di Tarara, Australia, akhir Maret mendatang.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar