Kulon Progo diminta susun DED sumber air baku untuk irigasi Kalibawang

id Irigasi Kalibawang,Masa tanam,Sawah,Kulon Progo,DPRD Kulon Progo

Kulon Progo diminta susun DED sumber air baku untuk irigasi Kalibawang

Ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Kulon Progo mengalami keterlambatan musim tanam, karena debit air irigasi Kalibawang rendah. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Komisi III DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman setempat segera menyusun rencana detail teknis (Detail Engineering Design/DED) pembuatan jaringan sumber air baku untuk tambahan air saluran irigasi Kalibawang.

Ketua Komisi III DPRD Kulon Progo Nur Eny Rahayu di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pembangunan sumber air baku bisa dilakukan dengan pembangunan Bendung Penjalin dan Bendung Tinalah atau Bendung Purwoharjo.

"Kami mendesak Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman menyusun DED Bendung Penjalin dan Bendung Purwoharjo," kata Nur Eny.

Ia mengatakan selama ini, air hujan yang ada di wilayah hulu atau kawasan Bukit Menoreh hanya akan terbuang dan mengalir ke laut. Sehingga, perlu adanya bendung yang dapat menampung air, sehingga airnya dapat dimanfaatkan untuk menambah air baku irigasi Kalibawang.

"Hal ini harus menjadi perhatian serius Pemkab Kulon Progo untuk mempertahankan ketahanan pangan ke depan," katanya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kulon Progo Yuli Yantoro mengatakan Pemkab Kulon Progo harus membangun sumber air baku baru untuk mesiasati turunnya debit air Sungai Progo yang semakin parah setiap tahunnya. Selain untuk pengairan sawah, air Sungai Progo juga dimanfaatkan untuk sumber air baru PDAM Kulon Progo dan Spam Regional Karamantul.

Selain itu, air Sungai Progo yang dialirkan ke intake Kalibawang dan intake Karangtalun. Dengan ketentuan dari debit air Sungai Progo, 30 persen dialirkan ke intake Kalibawang dan 70 persen ke intake Karangtalun.

Air yang dialirkan ke intake Kalibawang untuk pengairan pertanian seluas kurang lebih 7.000 hektare (ha) di wilayah Kabupaten Kulon Progo dan air yang dialirkan ke intake Karangtalun untuk pengairan seluas kurang lebih 30.000 hektare, meliputi di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta dan sebagian Kabupaten Bantul.

Debit Sungai Progo semakin hari semakin berkurang, sehingga air yang masuk ke Kulon Progo juga tidak sampai 6 meter kubik per detik.

"Ke depan, debit Sungai Progo yang semakin kecil, akan terjadi perebutan air. Di sektor pertanian, akan mengganggu masa tanam dan luas tanam. Untuk itu, kami minta pemkab membuat sumber air baku pendukung irigasi Kalibawang," harap Yuli Yantoro.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar