
Tim Pokjanal Sleman kembali melakukan PSN untuk tekan DBD

Sleman (ANTARA) - Tim Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Demam Berdarah Dengue (DBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kembali melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk menekan jumlah kasus penderita penyakit DBD, Jumat.
Kali ini, kegiatan PSN dilakukan di Dusun Kepitu, Desa Trimulyo, Kecamatan Sleman.
Dalam kegiatannya, Tim Pokjanal Kabupaten Sleman bersama dengan Tim Pokjanal Desa Trimulyo menyusuri setiap pekarangan rumah warga Dusun Kepitu yang memiliki potensi menjadi sarang jentik nyamuk.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sleman Dulzaini mengatakan dalam kegiatan PSN tersebut, dilakukan penyisiran di lima rukun tetangga (RT) dengan jumlah 80 rumah.
"Dari hasil pemantauan pada hari ini, masih jauh dari harapan kami karena dari 80 rumah yang dilakukan pemantauan, terdapat 17 positif jentik nyamuknya dengan angka bebas jentik 78,75 persen," katanya.
Dengan adanya temuan tersebut, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala.
"Selain pemantauan juga dilakukan beberapa langkah dalam mengurangi potensi adanya jentik nyamuk, salah satunya menutup wadah penampungan air dan membersihkan sampah-sampah yang dapat digenangi oleh air," katanya.
Ia mengatakan Kabupaten Sleman memang memiliki siklus empat tahunan, di mana pada 2019 menjadi tahun yang diprediksi terjadi peningkatan kasus DBD.
"Sementara pada 2020, dimungkinkan akan mengalami penurunan jumlah kasus DBD," katanya.
Sanitarian Puskesmas Sleman Muslihah mengatakan kegiatan yang dilakukan Pokjanan Desa Trimulyo dan Pokjanal Kabupaten Sleman pada 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya.
"Pada tahun ini, masyarakat turut diikutsertakan dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekitarnya," katanya.
Ia mengatakan masyarakat masih memerlukan kesadaran lebih dalam meminimalisasi kasus DBD di lingkungannya.
Berdasarkan pemantauan, katanya, masih terdapat sampah dan pembuangan air limbah yang kurang diperhatikan sehingga dapat menjadi potensi berkembangnya jentik nyamuk.
"Saya berharap adanya pembinaan lebih lanjut untuk masyarakat agar dapat menekan jumlah kasus DBD sehingga mencapai target angka bebas jentik 95 persen," katanya.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
