Kemendikbud : Sekolah harus pertimbangkan keselamatan siswa

id Ade Erlangga Masdiana, siswa hanyut, siswa hanyut di sungai,Smp turi

Kemendikbud : Sekolah harus pertimbangkan keselamatan siswa

Upaya pencarian siswa SMPN 1 Turi yang hanyut terseret arus banjir Sungai Sempor di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. ANTARA/HO-Rony Arya

Sekolah harus mempertimbangkan aspek keselamatan siswa dari berbagai gangguan baik yang bersifat, fisik, sosial dan psikologis yang bisa menimbulkan dampak negatif bagi peserta didik.
Jakarta (ANTARA) - Sekolah harus mempertimbangkan keselamatan siswa dalam melaksanakan kegiatan di luar ruangan, kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana

"Program di luar sekolah adalah dalam rangka menunjang pendidikan karakter, pengenalan lingkungan, dan melatih kepemimpinan. Namun pihak sekolah harus mempertimbangkan aspek keselamatan," ujar Ade di Jakarta, Jumat, menanggapi hanyutnya sejumlah siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada kegiatan Pramuka saat menyusuri sungai Sempor.

Sekolah harus mempertimbangkan aspek keselamatan siswa dari berbagai gangguan baik yang bersifat, fisik, sosial dan psikologis yang bisa menimbulkan dampak negatif bagi peserta didik.

"Aturan kegiatan di luar sekolah harus seizin dari sekolah dan berada dalam bimbingan guru. Program di luar sekolah adalah dalam rangka untuk menunjang pendidikan karakter, pengenalan lingkungan, dan melatih kepemimpinan," terang dia.

Baca juga: Polda DIY sebut korban meninggal akibat hanyut lima siswa

Sebelumnya, beberapa murid yang sedang melakukan penyusuran sungai hanyut ketika arus sungai yang deras di Sungai Sembor, yang berada di Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman, Yogyakarta, Jumat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan murid hanyut yang sudah ditemukan berjumlah enam orang. Empat orang ditemukan meninggal dunia, dua di antaranya sudah teridentifikasi atas nama Nur Azizah dan Arisma.

Siswa tersebut tergabung dalam kegiatan pramuka merupakan kelas 7 dan 8 dari SMP Negeri 1 Turi. Sebanyak 257 orang mengikuti kegiatan penyusuran Sungai Sempor tanpa melihat kondisi cuaca. Namun demikian, saat ini kondisi masih simpang siur terkait dengan data jumlah murid yang mengalami insiden.

Saat para murid melakukan penyusuran, tiba-tiba terjadi banjir dengan arus deras yang akhirnya menghanyut beberapa murid. Saat ini tim gabungan dari SAR dan Polres Sleman masih melakukan pencarian korban hanyut. Pihak BPBD dan TNI turut membantu dalam penanganan darurat.
Baca juga: Basarnas DIY: Enam siswa SMPN 1 Turi Sleman masih dalam pencarian
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar