Dua siklon tropis sebabkan hujan lebat di Indonesia

id Siklon tropis,BMKG,banjir,jakarta banjir

Dua siklon tropis sebabkan hujan lebat di Indonesia

Pantauan dua bibit siklon tropis yang muncul di wilayah selatan Indonesia. ANTARA/HO-BMKG

selain dampak siklon tropis, saat ini aliran massa udara yang bertiup di atas wilayah Indonesia banyak mengandung uap air.
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau ada dua siklon tropis, yaitu siklon tropis Esther dan Ferdinand yang menyebabkan hujan lebat di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Salah satu penyebab hujan dengan intensitas tinggi di DKI Jakarta dan sejumlah wilayah lainnya karena dampak adanya siklon tropis," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri Radjab, yang dihubungi di Jakarta, Selasa.

Baca juga: BMKG ingatkan waspadai potensi cuaca ekstrem yang sebabkan banjir di DIY

Dia mengatakan, selain dampak siklon tropis, saat ini aliran massa udara yang bertiup di atas wilayah Indonesia banyak mengandung uap air.

Selain itu juga terdapat daerah pertemuan angin. Kedua fenomena ini ditambah dengan keberadaan siklon tropis Esther dan siklon tropis Ferdinan berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan.

Sebelumnya, BMKG memantau siklon tropis Esther di Teluk Carpentaria sekitar 930 km sebelah selatan barat daya Merauke dan bergerak ke selatan barat daya menjauhi wilayah Indonesia.

Sementara siklon tropis Ferdinand terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat sekitar 590 km sebelah selatan Bima (NTB) dan bergerak ke barat daya menjauhi wilayah Indonesia.

Baca juga: Bupati Sleman menyesalkan kegiatan susur sungai saat musim hujan

Kedua siklon tropis tersebut berdampak hujan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Maluku.

Di DKI Jakarta dan sekitarnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi sejak Selasa dini hari hingga pagi dan menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir.

Baca juga: BMKG minta wisatawan waspadai gelombang tinggi laut selatan Yogyakarta

Potensi gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Samudra Hindia selatan Kupang, Pulau Rote, perairan selatan Kupang, Laut Sawu bagian utara, Laut Sawu bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian timur, Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Kai, perairan selatan Pulau Seram, perairan Kepulauan Tanimbar dan perairan Yos Sudarso.

Sedangkan gelombang dengan ketinggian 2,5-4 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, selatan NTB, Samudra Hindia selatan Pulau Sumba, Pulau Sabu, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Arafuru bagian Timur dan Laut Arafuru selatan Merauke.
 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar