Ketum PSSI minta Satgas Antimafia Bola dampingi timnas di luar negeri

id timnas indonesia,satgas antimafia bola,pssi,mochamad iriawan

Ketum PSSI minta Satgas Antimafia Bola dampingi timnas di luar negeri

Ketua Umum PSSI Komjen Pol. Mochamad Iriawan memberikan keterangan mengenai kabar terkini PSSI kepada pewarta di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Salah satu kabar terbaru adalah gagasan PSSI untuk melibatkan Satgas Antimafia Bola Polri dalam kegiatan tim nasional Indonesia di luar negeri. (Michael Siahaan)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum PSSI Komjen Pol. Mochamad Iriawan secara khusus meminta Satgas Antimafia Bola Polri untuk mendampingi tim nasional ketika bertanding di luar negeri.

Menurut Iriawan di Jakarta, Selasa, ide tersebut muncul ketika ia berdiskusi dengan Satgas Antimafia Bola di Polda Metro Jaya di hari yang sama.

“Dalam diskusi tadi keluar ide kami supaya Satgas membantu dalam pendampingan timnas kita yang bertanding di luar negeri. Kami belajar dari pengalaman ketika SEA Games 2019 di Filipina, di mana ketika itu kesebelasan dari Vietnam, Myanmar dan Singapura dijaga oleh aparat negara yang hadir di sana,” ujar Iriawan.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menyebut, ada beberapa beberapa hal yang membuat kehadiran polisi di tengah-tengah timnas menjadi penting.

Pertama, untuk menjaga keselamatan pemain. Kedua, untuk mencegah terjadinya praktik menyimpang pemain maupun ofisial seperti terlibat dalam pengaturan skor dan sejenisnya.

“Itu bisa menjaga pemain dari intervensi kelompok atau oknum mafia yang mencoba untuk menyusup. Jadi bisa diproteksi,” tutur Iriawan.

Iriawan mencontohkan, masih di SEA Games 2019 Filipina, timnas Vietnam dijaga ketat oleh aparat keamanannya sendiri.

Begitu pula ketika Vietnam berlatih, mereka mendapatkan perlindungan yang membuat pihak lain tidak bisa melihat taktik dan strategi yang disusun.

“Kami menyampaikan itu kepada Satgas dan mereka meresponnya dengan baik,” kata Iriawan.

Polisi dilibatkan

Gagasan PSSI tersebut membuat polisi semakin dilibatkan dalam kegiatan tim nasional. Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola Polri juga ikut dalam pengawasan perekrutan pemain timnas U-20 untuk Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Kabar tersebut dihembuskan oleh Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono pada Selasa (11/2). Menurut Eddy, hal itu dilakukan agar Indonesia memiliki pesepak bola-pesepak bola andal untuk Piala Dunia U-20 tahun 2021.

PSSI sendiri menyambut baik kebijakan tersebut. Namun, mereka menegaskan bahwa lingkup teknis timnas masih berada dalam kendali penuh manajer pelatih Shin Tae-Yong.
 

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar