Kementan dorong tenaga pendidik pertanian kuasai teknologi modern

id pertanian

Kementan dorong tenaga pendidik pertanian kuasai teknologi modern

Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Kementan menggelar pelatihan pengoperasian drone untuk tenaga pendidik pertanian di Yogyakarta. (FOTO ANTARA)

Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian mendorong para tenaga pendidik pertanian menguasa pengoperasian teknologi modern untuk mendukung gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang dicanangkan Menteri Syahrul Yasin Limpo.

Untuk mendukung program itu, Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Kementan menggelar pelatihan pengoperasian drone di Yogyakarta bagi tenaga terampil, pendidik, dan kependidikan di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

"Jika nanti kami bisa menguasai drone dan teknologi modern lainnya, kami bisa mengetahui pemetaan lahan, tingkat kesuburan tanah, dan sebagainya," kata Dosen Polbangtan Malang Sutoyo di Yogyakarta, Kamis.

Ia mengaku mendapat ilmu baru dari program magang yang dilaksanakan Kementan. Menurutnya, program tersebut dapat meningkatkan kualitas dan kapabilitas bagi tenaga pendidik dan kependidikan. 

"Program ini sangat bermanfaat sekaligus mendukung program Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yaitu program Kostratani," kata Sutoyo. 

Sutoyo mengatakan bahwa para tenaga pendidik dan kependidikan siap mensukseskan program Kostratani yang dilengkapi dengan IT dan perangkat teknologi pertanian modern lainnya. 

Dengan mengetahui pemetaan lahan, hingga tingkat kesuburan tanah dengan drone, ia optimistis Indonesia akan mempu menjadi lumbung pangan dunia.

"Jika permasalahan tersebut bisa kami ketahui saya optimistis tahun 2045 kita bisa menjadi lumbung pangan dunia," kata dia.

Sebagai informasi pelatihan pengoperasian drone oleh Pusdiktan dilaksanakan pada 17 sampai 21 Februari dan 24 Februari sampai 28 Februari 2020, di Yogyakarta. 

Narasumber kegiatan tersebut berasal dari tenaga pengajar Global Indomultispek dan Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Metode yang digunakan antara lain, presentasi, diskusi, penugasan mandiri, dan praktik. 

Peserta kegiatan berjumlah 48 orang yang terdiri atas tenaga pendidikan Polbangtan, PEPI, SMK PP.

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar