Penyaluran kredit Bank Jogja untuk UMKM mencapai Rp96 miliar

id Bank Jogja, kredit,UMKM

Penyaluran kredit Bank Jogja untuk UMKM mencapai Rp96 miliar

Direktur Utama Bank Jogja Kosim Junaedi (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Besaran kredit yang dikucurkan bank milik Pemerintah Kota Yogyakarta, Bank Jogja untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah di kota tersebut pada 2019 mencapai Rp96 miliar atau memenuhi target yang ditetapkan sesuai komitmen Perda Perumda Bank Jogja.



“Sesuai komitmen dalam Perda 7 Tahun 2019, dinyatakan bahwa kredit untuk UMKM adalah 75 persen dari modal yang disetorkan pemerintah daerah,” kata Direktur Utama Bank Jogja Kosim Junaedi di Yogyakarta, Sabtu.



Hingga 2019, modal yang sudah disetorkan Pemerintah Kota Yogyakarta kepada Bank Jogja mencapai Rp100 miliar sehingga, besaran kredit yang harus disalurkan untuk UMKM setidaknya mencapai Rp75 miliar.



“Kredit UMKM yang kami salurkan sudah di angka Rp96 miliar, atau Rp21 miliar lebih banyak dibanding target,” katanya.



Selanjutnya, Bank Jogja akan menerima setoran modal tambahan sebesar Rp250 miliar yang diberikan secara bertahap hingga 2025 sehingga nilai kredit yang harus disalurkan kepada pelaku UMKM pun akan terus bertambah.



Dengan adanya tambahan modal tersebut, maka total penyertaan modal yang diterima Bank Jogja dari Pemerintah Kota Yogyakarta mencapai Rp350 miliar.



Pada akhir 2019, Bank Jogja memperoleh tambahan penyertaan modal berupa aset tanah senilai Rp4,5 miliar. Tambahan penyertaan modal tersebut saat ini masih dalam proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk balik nama.



“Komitmen untuk mendukung pengembangan UMKM di Yogyakarta tetap menjadi bagian penting dari kinerja Bank Jogja, selain pemenuhan target untuk mampu menyetorkan pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.



Kosim menambahkan, kinerja bank milik Pemerintah Kota Yogyakarta sepanjang 2019 cukup baik, dengan total aset Rp903 miliar atau tertinggi di antara Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang ada di DIY.



Total kredit yang bisa disalurkan Rp736 miliar dengan dana yang terhimpun dari masyarakat atau nasabah sebesar Rp630 miliar.



Bank Jogja juga mencatatkan laba kotor Rp28 miliar dan laba bersih Rp22 miliar, sehingga pada tahun ini mampu menyetorkan pendapatan asli daerah ke pemerintah sekitar Rp12,2 miliar.



“Kredit macet di Bank Jogja juga cukup rendah yaitu 1,14 persen atau jauh dibawah batas 5,0 persen,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar