DLH: kesadaran masyarakat Bantul kelola sampah mandiri meningkat

id DLH Bantul

DLH: kesadaran masyarakat Bantul kelola sampah mandiri meningkat

Sarana pengelolaan sampah dengan pemilahan sampah sesuai jenis sampah di Bantul. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan kesadaran masyarakat setempat dalam mengelola sampah secara mandiri sejak dari sumbernya menunjukkan peningkatan seiring gencarnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah setempat.

Kepala DLH Bantul Ari Budi Nugroho di Bantul, Sabtu, mengatakan tren permohonan masyarakat untuk pelatihan dan fasilitasi pembentukan kelompok pengelola sampah dan cara mengelola sampah secara mandiri itu, selalu meningkat dari waktu ke waktu.

"Dan itu menjadi salah satu indikator yang menunjukkan bahwasanya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang mandiri dan tidak tergantung pada pemerintah itu semakin meningkat," katanya.

Menurut dia, peningkatan kegiatan pengelolaan sampah mandiri tersebut diindikasikan banyak munculnya kegiatan-kegiatan di tingkat desa, seperti Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) pengelola sampah, adanya bank sampah dan sedekah sampah di kelompok masyarakat.

"Sementara kalau dari swasta juga ada kepeduliannya lewat CSR-CSR, sehingga memang sampah itu sekarang sudah menjadi perhatian kita semua, karena kalau tidak tertangani akan menjadi masalah tidak hanya lingkungan, tapi kalau berkelanjutan juga pada generasi kita dan ketahanan bangsa," katanya.

Dia mengatakan upaya pemda mendorong masyarakat mengelola sampah mandiri telah gencar dilakukan melalui promosi, sosialisasi, serta penyuluhan kepada mereka sehingga tergugah menangani sampah sejak dari sumber atau rumah tangga.

"Jadi intinya sampah adalah urusan kita bersama, tidak hanya urusan dari pemda, dan kita harus menerus kemudian berkelanjutan tiada henti ibarat kita memberikan penyuluhan atau sosialisasi kepada 10 orang memang tidak bisa dijamin 10 orang langsung tertarik, tapi paling tidak satu atau dua orang sudah bagus," katanya.

Dia mengatakan dalam upaya memperluas jangkauan pengelolaan sampah mandiri, ke depan ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya edukatif, dengan pendekatan di hulu atau rumah tangga, melalui  penerapan sistem 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle, sehingga tidak hanya dikumpulkan dan kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Yang di hilir tetap jalan, tapi kita lebih dorong ke pendekatan di hulu untuk pencegahan dan pengurangan, dan ada perubahan perilaku. Kita sosialisasi secara langsung maupun tidak langsung, kemudian dengan kegiatan-kegiatan yang bekerja sama dengan kelompok masyarakat dan desa," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar