Bantul akan bangun rumah pilah sampah di 13 titik

id Sarana sampah,bantul

Bantul akan bangun rumah pilah sampah di 13 titik

Sarana pengelolaan sampah dengan pemilahan jenis sampah dari DLH Bantul, DIY. (Foto ANTARA/Hery Sidik)

rumah pilah atau TPS sampah sistem 3R tersebut sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah mandiri oleh kelompok masyarakat sejak dari sumber sampah tersebut, sehingga sampah yang terangkut ke TPST Piyungan, adalah sampah yang sudah tid
Bantul (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membangun rumah pilah sampah sebagai tempat penampungan sementara dengan pendekatan 3R (reduce, reuse dan recycle) di sebanyak 13 titik tersebar di beberapa kecamatan setempat pada 2020.

"Kalau tahun 2020 untuk sarana prasarana pengelolaan sampah ada penambahan TPS 3R, tahun ini kita bangun lagi kalau tidak salah 13 atau 16 titik, kemudian juga pengadaan bak-bak sampah dan pengadaan gerobak sampah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Ari Budi Nugroho di Bantul, Senin.

Menurut dia, rumah pilah atau TPS sampah sistem 3R tersebut sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah mandiri oleh kelompok masyarakat sejak dari sumber sampah tersebut, sehingga sampah yang terangkut ke TPST Piyungan, adalah sampah yang sudah tidak bisa diolah.

"Kalau totalnya yang sudah terbangun sampai 2019 untuk rumah pilah sampah kurang lebih sebanyak 53 titik, itu ada tipe a, tipe b, dan tipe c, klasifikasi tipe itu adalah dari keluasan bangunannya. Dan tahun 2020 ini akan ditambah di beberapa kecamatan," katanya.

Baca juga: Mendagri Tito: UU Pemda tempatkan kebakaran urusan wajib pelayanan dasar

Dia mengatakan, lokasi pembangunan rumah pilah sampah untuk 3R tersebut ditentukan berdasarkan dari usulan-usulan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), sebab sebelum sarana tersebut dibangun pemerintah kelompok masyarakat sudah siap mengelola dan memanajemen sampah.

"Dan itu berarti masyarakat di sana sudah kita lakukan verifikasi, berarti masyarakat sudah siap, sudah ada kelompok, kemudian ada tanah dan lokasinya, itu yang kita fasilitasi. Tingkatannya rata rata dusun, kalau untuk desa lebih kita dorong BUMDesanya," katanya.

Ari Budi mengatakan, meski rumah pilah sampah sistem 3R dibangun di tingkat dusun, namun dalam pelayanannya diharapkan dapat menjangkau penanganan sampah beberapa dusun di sekitarnya, sebab kalau melihat dari jumlah dusun se Bantul yang mencapai 900 an, perbandingannya masih jauh.

"Masih banyak dusun yang belum, tapi kadang satu dusun ini nanti bukan berarti hanya melayani dusun itu saja, namun bisa melayani beberapa titik, jadi ada satu kelompok pengelola rumah pilah sampah bisa melayani lebih dari tiga atau empat dusun," katanya.
Baca juga: DLH: kesadaran masyarakat Bantul kelola sampah mandiri meningkat
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar