Bantul menerapkan tanda tangan elektronik terbitkan SPPT PBB P2

id Penyerahan SPPT PBB P2

Bantul menerapkan tanda tangan elektronik terbitkan SPPT PBB P2

Bupati Bantul Suharsono secara simbolis menyerahkan SPPT PBB P2 Tahun 2020 dan penghargaan kepada wajib pajak panutan (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerapkan tanda tangan secara elektronik dalam menerbitkan surat pemberitahuan pajak terutang pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan untuk mempercepat proses dan mempermudah akses pembayaran pajak tersebut.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul Trisna Manurung di sela acara Penyerahan SPPT PBB P-2 secara simbolis kepada wajib pajak di Bantul, Selasa, mengatakan, untuk mempercepat proses dan mempermudah akses pembayaran pajak, BKAD menerapkan tanda tangan elektronik (TTE) pada SPPT PBB P2 Tahun 2020.

"Penerbitan dan penyampaian SPPT PBB P2 Tahun 2020 tidak menggunakan tanda tangan dan cap basah lagi, tetapi menggunakan tanda tangan secara elektronik (TTE) yang diterbitkan Balai Sertifikasi Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara," kata Trisna dalam pers rilisnya.

Menurut dia, implementasi TTE adalah untuk meningkatkan kemudahan akses dan efisiensi poses, TTE juga merupakan poin penting dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Penerbitan SPPT PBB P2 tahun 2020 juga menggunakan Quick Respons Code (QR-Code) sebagai salah satu cara menangkap data dalam bentuk capture, sehingga wajib pajak lebih mudah dan cepat dalam pembayaran, serta mengetahui informasi nilai objek wajib pajak (NJOP) dan lain-lain, juga pajak terutang dan rekaman catatan pembayaran PBB.

Aplikasi untuk membaca QR Code tersebut dapat diunduh melalui layanan di ponsel android. Dan SPPT PBB P2 Tahun 2020 telah selesai dicetak dan didistribusikan ke pemerintah desa pada bulan Januari 2020 untuk kemudian didistribusikan ke para wajib pajak.

Sementara itu, Bupati Bantul Suharsono mengatakan, dalam pengelolaan pajak daerah, pemkab selalu meningkatkan target penerimaannya, dan berkat kerjasama dan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, target tiap tahun dapat tercapai.

Bupati mengatakan, keberhasilan itu harus terus dilanjutkan dengan langkah-langkah strategis, yaitu dengan kemudahan dalam pelayanan pajak daerah, melakukan inovasi dengan pembayaran pajak secara online, penyempurnaan dengan pendataan, pemutakhiran, pemetaan serta optimalkan penagihan.

"Sejalan dengan hal tersebut kami menyambut baik atas keberadaan aplikasi QR Code dan tanda tangan elektronik SPPT PBB P2. Saya berharap ini akan semakin mempermudah para wajib pajak di Kabupaten Bantul untuk berkontribusi dalam setiap proses pembangunan yang kita lakukan," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar