Dinkes: Jumlah ODP di Gunung Kidul sebanyak 162 orang

id COVID-19,ODP bertambah,Dinkes Gunung Kidul,Gunung Kidul,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel c

Dinkes: Jumlah ODP di Gunung Kidul sebanyak 162 orang

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Jumlah orang dalam pemantauan di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Minggu (20/3) sebanyak 162 orang atau bertambah 93 orang dibandingkan pada Kamis (19/3) sebanyak 69 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan dari 162 orang dalam pemantauan (ODP) ada tiga orang yang dirawat.

"Ada tiga ODP yang menjalani perawatan. Satu di RSUD Wonosari dan dua lagi di RS Panti Rahayu, Karangmojo," kata Dewy Irawaty.



Ia mengatakan pasien dalam pengawasan (PDP) di Gunung Kidul sebanyak dua orang yang dirawat. Namun hingga saat ini, belum ada warga Gunung Kidul yang menjadi terduga positif COVID-19.

"Jumlah PDP di Gunung Kidul juga meningkat dua orang dibandingkan Kamis (19/3). Dua PDP di antaranya masih menjalani perawatan di RSUD Wonosari," katanya.

Dewi mengatakan dua pasien tersebut merupakan laki-laki dewasa berusia 55 tahun. Keduanya disebut dalam kondisi stabil sambil menunggu hasil tes dari Litbangkes.

"Hari ini ada tambahan satu PDP yang merupakan warga Kecamatan Paliyan," katanya.



Sebelumnya, Dewi Irawaty mengatakan kasus ODP di Gunung Kidul karena yang bersangkutan pernah mengunjungi daerah terpapar COVID-19, dan menunjukkan gejala seperti batuk, demam dan gejala lainnya. Mereka disarankan untuk tetap tinggal di rumah, dan tidak beraktivitas di luar, serta menjaga stamina, dengan edukasi dari petugas medis. Jika ada keluhan maka diharapkan menghubungi petugas medis.

Adapun sebaran ODP ada di 13 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Gunung Kidul. Mereka pernah mengunjungi daerah seperti Jakarta, Depok, dan luar negeri seperti Jerman, Spanyol, Tiongkok, dan Arab Saudi.

"Mereka disarankan jika memiliki ada keluhan untuk ke Puskesmas terlebih dahulu karena sudah bisa menangani," katanya.

Kemudian, pasien yang masuk PDP karena hasil rontgen ada radang sampai paru atau pnemunioa.

"PDP harus dirawat di rumah sakit diambil swab tenggorokan dikirim ke laboratorium yang direkomendasikan oleh pemerintah," katanya.

Ia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan, sampai panik dan memborong barang-barang. Namun tetap waspada seperti dengan perilaku hidup bersih dan sehat, hingga rajin cuci tangan, karena virus itu bisa menempel di benda yang biasa kita pegang di tempat umum.

Dinas Kesehatan sendiri sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke ruang publik dan fasilitas kesehatan.

Kami meminta masyarakat tidak usah panik dan ketakutan yang berlebihan, karena penyakit ini bisa kita usahakan cegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat, rajin cuci tangan," kata Dewi.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar