UMKM binaan Dinas Koperasi UKM Sleman siap memenuhi kebutuhan APD

id APD sanitizer masker,UMKM Sleman APD,Produksi masker UMKM Sleman,Dinkop UKM Sleman,Kabupaten Sleman

UMKM binaan Dinas Koperasi UKM Sleman siap memenuhi kebutuhan APD

Sejumlah alumni mengerjakan pembuatan masker di Balai Latihan Kerja (BLK) Padang, Sumatera Barat, Jumat (27/2/2020). BLK Padang Padang bersama BLK binaannya sudah memproduksi 12 ribu helai masker, dengan target 24 ribu helai untuk memenuhi kebutuhan medis dan petugas garda depan penanggulangan COVID-19 di provinsi itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/nz

Sleman (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyatakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sleman siap memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis, termasuk masker maupun cairan pembersih tangan (hand sanitizer) pada masa tanggap darurat COVID-19.

"UMKM yang menjadi binaan Dinas Koperasi dan UKM Sleman banyak yang dapat memproduksi APD, masker, maupun hand sanitizer. Mereka siap produksi untuk memenuhi kebutuhan selama tanggap darurat," kata Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman Pustopo di Sleman, Sabtu.

Menurut dia, UMKM ini tergerak untuk memproduksi APD, cairan pembersih tangan, maupun masker karena saat ini kebutuhan tersebut sulit didapatkan di pasaran dan harga yang melonjak tinggi.

"UMKM Sleman siap memproduksi APD, hand sanitizer maupun masker dengan harga yang terjangkau di tengah harga pasaran yang melonjak dan meningkatnya kebutuhan," katanya.

Menurut dia, wabah dan penyebaran Virus Corona baru atau COVID-19 menimbulkan ketakutan bagi masyarakat, sehingga berbagai cara pencegahan penularan telah dilakukan oleh masyarakat, salah satunya dengan menggunakan APD bagi tenaga medis, masker dan hand sanitizer.

"Hal ini menyebabkan masyarakat akhirnya berlomba-lomba membeli APD, masker, hand sanitizer, dan bahan-bahan pembuatan disinfektan. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya lonjakan harga yang ekstrem di masyarakat," katanya.

Pustopo mengatakan di Yogyakarta harga masker bermerek OneMed yang biasanya dijual seharga Rp5.000 per pak meningkat menjadi Rp60.000 per pak. Demikian juga masker merek Sensi yang biasanya dijual Rp18.000 per kotak meningkat hingga Rp120.000 per kotaknya.

"Lonjakan harga masker memberikan dampak yang cukup besar. Di tengah-tengah ketakutan akan tertular Virus Corona, masyarakat kesulitan untuk melakukan pencegahan, terutama bagi kalangan masyarakat tidak mampu yang untuk membeli makan saja mereka kesulitan. Belum lagi jika mereka tertular Virus Corona, apakah mereka mampu membiayai pengobatannya," kata Pustopo.

Ia mengatakan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman melalui UMKM binaannya siap untuk membantu menyediakannya dengan harga normal dan terjangkau oleh masyarakat.

"Diharapkan produksi UMKM binaan Dinkop UKM Sleman ini dapat membantu mengatasi kelangkaan APD, hand sanitizer, maupun masker," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar