Harga telur di AS capai rekor termahal menyusul shutdown COVID-19

id telur,covid

Harga telur di AS capai rekor termahal menyusul shutdown COVID-19

Seorang pekerja toko membersihkan rak kosong untuk telur di dalam supermarket Ralphs Kroger Co. di tengah kekhawatiran pertumbuhan global kasus coronavirus, di Los Angeles, California, AS 15 Maret 2020. REUTERS / Patrick T. Fallon / File Foto (reuters.com)

Kondisi itu bisa memiliki dampak besar bagi konsumen mengingat telur adalah sumber protein yang murah - dan merupakan makanan pokok di 93 persen rumah tangga AS.
Washington (ANTARA) - Peningkatan permintaan akan telur di Amerika Serikat menyebabkan harga telur melonjak dalam beberapa pekan terakhir karena konsumen berebut untuk persediaan di rumah menyusul pemberlakuan shutdown (penutupan) COVID-19.

Harga grosir telur "Midwest large" mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 3,09 dolar AS per lusin pada Kamis lalu, naik tiga kali lipat dibanding pada awal Maret, sebelum Presiden Donald Trump mengumumkan keadaan darurat nasional, menurut lembaga pengamat pasar Urner Barry yang menyediakan pemantauan harian terhadap harga telur.

Baca juga: Penjualan ponsel pintar global turun 14 persen pada Februari

Kondisi itu bisa memiliki dampak besar bagi konsumen mengingat telur adalah sumber protein yang murah - dan merupakan makanan pokok di 93 persen rumah tangga AS.

Harga eceran juga meningkat, meskipun tidak sebanyak harga grosir, kata para ahli, karena beberapa toko grosir belum memperbarui stok dengan harga grosir terbaru- setidaknya untuk saat ini.

Brian Moscoguiri, direktur Urner Barry, mengatakan bahwa lonjakan harga grosir saat ini melebihi yang permah terjadi pada 2015 selama wabah flu burung dan karena meningkatnya permintaan.

"Orang-orang melihat kenaikan tajam dalam harga dan menganggap mereka dicurangi atau dimanfaatkan, tetapi itu semua hanyalah fungsi pasar," katanya. “Harga telur naik karena permintaan naik tajam. Pemasok melihat empat, lima, enam kali lipat dari jumlah permintaan sebelumnya dan pada dasarnya pasokan barang tetap (terbatas). "

Harga grosir untuk tolok ukur "Midwest big" turun hingga 0,78 dolar pada pertengahan Januari, menunjukkan penurunan pasca-liburan normal, tetapi naik menjadi sekitar 1,03 dolar pada Februari, dan bertahan hingga awal Maret, kata Moscoguiri.

Tetapi sejak saat itu permintaan melonjak karena konsumen mengisi dapur dan lemari es mereka untuk mempersiapkan kebutuhan selama shutdown yang diperpanjang akibat cepatnya penyebaran virus corona di AS.

Baca juga: UMKM binaan Dinas Koperasi UKM Sleman siap memenuhi kebutuhan APD

Dia mengatakan Urner Barry sering melihat lonjakan permintaan regional terkait dengan badai salju, ketika orang juga cenderung untuk berbelanja terlebih dahulu.

Dia mengatakan permintaan turun tajam dari restoran dan operasi layanan makanan akibat penutupan, tetapi mereka membeli lebih banyak produk telur yang sudah diolah daripada telur utuh dan butuh waktu untuk mengalihkan produksi ke pasar telur biasa.

Cal-Maine Foods, yang memiliki lebih dari 40 juta ayam dan menguasai sekitar 20 persen pasar telur shell AS, tidak bersedia memberikan komentar.

Jayson Lusk, seorang profesor ekonomi pertanian di Universitas Purdue, mengatakan sulit untuk mengatakan apakah kenaikan itu disebabkan oleh meningkatnya permintaan atau oportunisme dari pihak pemasok.

"Apa yang mendorong kenaikan harga adalah permintaan yang lebih tinggi - konsumen ingin dan mau membayar lebih untuk telur," katanya.

sumber: reuters 
 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar