Gubernur Jatim sebut daerah terjangkit COVID-19 bertambah empat kabupaten

id gubernur jatim,daerah terjangkit,covid-19,penanganan corona,virus corona,corona,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Gubernur Jatim sebut daerah terjangkit COVID-19 bertambah empat kabupaten

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) saat memantau peta penyebaran COVID-19 melalui tampilan layar di sela konferensi pers di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu (29/03/2020). (ANTARA Jatim/Fiqih Arfani)

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan daerah terjangkit COVID-19 di wilayahnya bertambah empat kabupaten, yakni Pamekasan, Banyuwangi, Jombang dan Tulungagung.

"Empat daerah baru di Jatim tercatat sebagai daerah terjangkit karena ada warganya yang positif COVID-19,” ujarnya di sela konferensi pers di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu.

Dengan demikian maka yang masuk "zona merah" atau wilayah terjangkit COVID-19 di Jatim sebanyak 18 daerah, yaitu Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Magetan dan Sidoarjo.

Kemudian, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Gresik, Kabupaten Situbondo, Lumajang, Jember, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Pamekasan, Banyuwangi, Jombang dan Tulungagung.

Berdasarkan data, total 90 orang di Jatim terkonfirmasi positif COVID-19 atau bertambah 13 orang dari sehari sebelumnya yang jumlahnya 77 orang pada Sabtu (28/3).

"Ke-13 orang tambahan hari ini masing-masing satu orang di Surabaya, Kota Malang, Sidoarjo, Jember, Banyuwangi, Pamekasan, Tulungagung, Blitar dan Jombang, serta dua orang di Situbondo dan Lumajang,” ucapnya.

Rinciannya, Surabaya terdapat 41 orang, sepuluh orang dari Sidoarjo, sembilan orang dari Magetan, lima orang dari Kabupaten Malang, empat orang dari Kota Malang, empat orang dari Situbondo, tiga orang dari Lumajang, dua orang dari Gresik, dua orang dari Kabupaten Kediri dan dua orang dari Jember.

Berikutnya, masing-masing satu orang dari Kota Batu, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Kediri, Tulungagung, Banyuwangi, Pamekasan dan Jombang.

Kemudian, untuk warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 336 orang pasien atau bertambah dari data sehari sebelumnya yang jumlahnya sebanyak 307 orang.

Sementara, orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 5.071 orang atau meningkat dari sehari sebelumnya yang berjumlah 4.568 orang.

Gubernur juga menyampaikan jumlah pasien meninggal dunia akibat COVID-19 per hari ini sebanyak tujuh orang, masing-masing dua orang asal Surabaya, kemudian masing-masing satu orang asal Sidoarjo, Kabupaten Malang, Kabupaten Kediri, Magetan dan Gresik.

"Kepada pasien yang meninggal dunia, kami atas nama Pemprov dan rakyat Jatim turut duka cita. Semoga husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran," katanya.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar