Pasien positif COVID-19 di Bantul bertambah satu orang

id Positif COVID-19,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Pasien positif COVID-19 di Bantul bertambah satu orang

Ilustrasi ruang isolasi pasien positif terpapar COVID-19 (Foto Antaranews)

Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan pasien terkonfirmasi positif terpapar Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di kabupaten tersebut bertambah satu orang, sehingga totalnya menjadi lima orang per Selasa (31/3).

"Per 31 Maret pukul 16.00 WIB data kasus COVID-19 yang bisa kami sampaikan adalah pasien yang rawat inap atau pasien dalam pengawasan (PDP) 36 orang dengan pasien terkonfirmasi positif lima orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa di Bantul, Selasa.

Pada Senin (30/3), pihaknya menyampaikan kasus COVID-19 di Bantul yaitu PDP berjumlah 34 orang, pasien terkonfirmasi positif empat orang. Sehingga dalam 24 jam terakhir ada penambahan pasien positif satu orang dan dua orang PDP.

Dia menjelaskan, pasien konfirmasi positif dirawat di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul dua orang, kemudian di Rumah Sakit Panti Rapih satu orang, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah satu orang (pindahan dari RSP Respira), kemudian pasien positif baru dirawat di RSUP Sardjito.

"Sudah dirawat di RSUP Sardjito sejak minggu lalu, (pasien mempunyai) riwayat perjalanan dari Jakarta," kata Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul.

Pihaknya belum bisa menjelaskan detail pasien positif ke-5 di Bantul, namun yang bersangkutan laki-laki berusia 37 tahun dari Kecamatan Banguntapan, Bantul.

Adapun empat pasien positif yang lain adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bantul, anak laki-laki berusia tujuh tahun berdomisili di Bambanglipuro, kemudian laki-laki berusia 71 tahun berdomisili di Kasihan Bantul dan seorang warga yang berdomisili di wilayah Jetis Bantul.

Dia mengimbau, masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir, jaga jarak saat bicara dengan orang lain minimal 1,5 meter, dan tetap di rumah bila tidak ada kepentingan mendesak.

"Yang kita sarankan yang paling efektif untuk pencegahan infeksi personal atau perorangan adalah cuci tangan pakai sabun dan air bersih mengalir secara rutin setelah berkegiatan, sebelum dan sesudah makan minum dan setelah dari kamar mandi," katanya.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar