Pemkab Gunung Kidul mengintensifkan pemantuan terhadap pemudik

id COVID-19,Gunung Kidul,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Pemkab Gunung Kidul mengintensifkan pemantuan terhadap pemudik

Kepala Dinkes Gunung Kidul Dewi Irawaty, (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengintensifkan pemantauan terhadap pemudik atau pendatang yang tiba di wilayah itu dari daerah terjangkit COVID-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunung Kidul Kelik Yuniantoro di Gunung Kidul, Rabu mengatakan jumlah pemudik atau pendatang yang telah tiba di wilayah itu, hingga Selasa (31/3) sudah mencapai 5.000 orang.

"Proses pendataan pemudik sangat terbantu dengan adanya program sistem informasi desa (SID) yang terpasang di setiap desa. Aplikasi ini pendataan lebih akurat dan pemkab bisa melakukan pemantauan setiap saat," katanya.

Adapun teknis dalam pendataan, setiap pemudik akan diberikan blangko yang berisi tentang data diri lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi. Setelah blangko terisi kemudian diserahkan ke operator SID untuk kemudian diinput ke dalam aplikasi. Dari sinilah, operator di pemkab bisa mengetahui jumlah rincian pemudik di setiap desa.

Menurut dia, pendataan pemudik dengan SID bisa lebih akurat ketimbang pelaksanaan di terminal, karena dilakukan di desa dengan melibatkan ketua RT/RW maupun kepala dusun.

"Selain itu, petugas puskesmas yang melakukan penyuluhan kesehatan juga bisa ikut membantu dalam pendataan," kata Kelik.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemilik PO Bus Maju Lancar supaya mendukung program Pemkab Gunung Kidul dalam rangka pencegahan COVID-19. Berdasarkan hasil koordinasi, seluruh penumpang atau pemudik harus turun di Terminal Dagsinarga Wonosari dan Terminal Semin.

Penumpang yang turun dari bus langsung masuk ke bilik disinfektan yang disemprot dengan cairan dipastikan aman untuk tubuh, lalu cuci tangan, dan terakhir memeriksa kesehatan, hingga mengisi data diri untuk pemantauan. Kemudian, bagi penumpang atau pemudik ada yang mengeluh sakit akan dirujuk ke puskesmas terdekat.

"Sedangkan penumpang yang turun di jalan, maka akan dilakukan screning tingkat desa. Hal ini untuk memastikan penumpang atau pemudik yang tiba di Gunung Kidul terpantau kondisi kesehatannya, dan diharapkan tidak membawa wabah COVID-19," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Gunung Kidul Dewi Irawaty mengatakan pasien positif COVID-19 yang saat ini diisolasi di RSUD Wonosari kondisinya sudah sangat baik. Saat ini menunggu proses laboratorium hasil swab, apakah sudah negatif atau masih positif.

"Kondisinya sudah sangat bagus, dan masih dirawat menunggu hasil lab yang tidak kunjung keluar," kata Dewi.

Dari data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Gunung Kidul, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 29 orang, jumlah yang sudah diambil spesimen 11 orang. Dari jumlah itu, satu sudah dinyatakan positif, dan 10 dalam proses laboratorium. Jumlah PDP yang masih dirawat sebanyak sembilan orang. Jumlah PDP yang meninggal dua orang.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 704 dan dirawat dua orang. Disinggung mengenai tingginya ODP dibanding wilayah lain di DIY, Dewi mengatakan jika ODP orang yang memiliki keluhan ringan, tetapi karena datang dari zona transmisi lokal maka dikategorikan ODP.

"Tingginya ODP di Gunung Kidul juga dipengaruhi adanya penyakit flu, sehingga warga yang datang dari zona trasmisis masuk kategori ODP," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar