Partisipasi masyarakat DIY mendonorkan darah turun drastis akibat COVID-19

id PMI,donor darah

Partisipasi masyarakat DIY mendonorkan darah turun drastis akibat COVID-19

Foto ilustrasi - Petugas memperlihatkan kantong berisi darah dari pendonor saat kegiatan bakti sosial di Makodim 1408/BS Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/11/2019). ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU/wsj  (.)

Yogyakarta (ANTARA) - Minat masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mendonorkan darahnya menurun drastis di tengah wabah COVID-19.

Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi PMI DIY Warjiyani di Yogyakarta, Jumat, mengatakan dalam kondisi normal sebelum merebaknya COVID-19 kegiatan donor darah di PMI Kota Yogyakarta masih stabil dengan perolehan rata-rata mencapai 100 kantong darah per hari.

"Namun mulai 21 Maret sampai 2 April perolehan darah hanya sekitar 64 kantong darah. Padahal kebutuhan per hari biasanya mencapai 100 kantong," kata dia.

Ia mengatakan penurunan stok kantong darah juga terlihat di PMI Kabupaten Sleman. Dari biasanya memperoleh 40 kantong per hari, saat ini hanya memperoleh 25 kantong darah per hari.

"Di Gunung Kidul juga demikian rata-rata hanya 10 kantong darah per hari dengan persentase 80 persen donor keluarga dan 10 persen donor sukarela," kata dia.

Warjiyani menilai penurunan minat masyarakat mendonorkan darahnya karena muncul kekhawatiran bahwa kegiatan donor darah dapat menjadi sarana menularkan COVID-19.

"Selain itu, pelaksanaan 'physical distancing' juga menjadi alasan untuk tetap di rumah dan enggan keluar rumah," kata dia.

Ia mengatakan untuk jam operasional pelayanan darah PMI DIY masih tetap 24 jam, sedang pelayanan untuk penyadapan darah pendonor masing-masing unit donor darah (UDD) berbeda. UDD PMI Kota Yogyakarta pukul 07.30-20.30 WIB, UDD PMI Kabupaten Bantul pukul 08.00-21.00 WIB, sementara UDD PMI Kabupaten Sleman pukul 08.00-20.00 WIB, UDD PMI Kabupaten Kulon Progo pukul 07.00-22.00 WIB dan UDD PMI Kabupaten Gunungkidul pukul 07.00-21.00 WIB.

Sebelumnya, Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo telah meyakinkan masyarakat bahwa donor darah itu aman karena tidak ada keterkaitan antara donor darah dengan COVID-19.

Masyarakat yang datang ke PMI untuk berdonor darah pun, kata dia, telah disiapkan sesuai aturan yang ada, termasuk jarak tempat pengambilan darah.

"Donor darah itu aman. Tidak ada kaitan donor darah dengan korona. Saya berharap relawan donor darah, masyarakat yang sehat dapat mendonorkan darahnya," kata Prabukusumo.

 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar