Dinkes: ODP dan PDP COVID-19 di Bantul terbanyak di Kecamatan Banguntapan

id Gugus Tugas Covid Bantul,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Dinkes: ODP dan PDP COVID-19 di Bantul terbanyak di Kecamatan Banguntapan

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat kasus orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan terkait corona virus disease 2019 atau COVID-19 tersebar merata di seluruh wilayah dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Banguntapan.

"Per tanggal 3 April, data kasus di Bantul yang bisa kami sampaikan adalah, akumulasi total untuk ODP berjumlah 523 orang dan PDP berjumlah 52 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa di Bantul, Jumat.

Berdasarkan data sebaran kasus COVID-19 di Bantul, ODP yang tersebar di seluruh 17 kecamatan se-Bantul, di Kecamatan Banguntapan terdata sebanyak 86 orang, disusul kecamatan Pleret sebanyak 64 orang dan Sewon sejumlah 63 orang.

Sementara pasien PDP yang tersebar di 15 kecamatan atau kecuali Kecamatan Dlingo dan Kretek (nol kasus), di Banguntapan terdata sejumlah delapan orang, disusul Sewon berjumlah tujuh orang dan Kecamatan Kasihan dan Jetis masing-masing enam orang.

"Dari kasus itu, pasien yang sedang rawat inap, untuk PDP berjumlah 25 orang, pasien konfirmasi positif COVID-19 ada enam orang. Kemudian ODP ada empat orang," kata Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul.

Enam pasien positif tersebut sebarannya ada di enam kecamatan dengan masing-masing satu orang, yaitu di wilayah Kecamatan Bantul, Bambanglipuro, Kasihan, Jetis, Banguntapan dan Kecamatan Piyungan.

"Rumah sakit yang merawat pasien positif yaitu Rumah Sakit Panembahan Senopati dua orang, RSUP Sardjito satu orang, RSU PKU Muhammadiyah Bantul satu orang, RS Panti Rapih satu orang, dan RSPAU Hardjolukito satu orang," katanya.

Dia mengimbau, masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir, jaga jarak saat bicara dengan orang lain minimal 1,5 meter, dan tetap di rumah bila tidak ada kepentingan mendesak.

"Yang kita sarankan yang paling efektif untuk pencegahan infeksi personal atau perorangan adalah cuci tangan pakai sabun dan air bersih mengalir secara rutin setelah berkegiatan, sebelum dan sesudah makan minum dan setelah dari kamar mandi," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar