Pasien positif COVID-19 di Gunung Kidul bertambah satu

id COVID-19,Corona,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Pasien positif COVID-19 di Gunung Kidul bertambah satu

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut jumlah pasien positif COVID-19 di kabupaten tersebut bertambah satu orang, yakni warga yang diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Senin mengatakan pasien merupakan warga Kecamatan Playen, berusia 18 tahun dan merupakan anggota polisi yang baru dilantik.

"Pasien masih di rumah saat ini dan belum dilakukan isolasi. Rencananya, sore ini, kami akan koordinasi dengan RS Panti Rahayu untuk isolasi pasien," katanya.

Ia mengatakan petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Playan I telah melakukan kunjungan ke rumah pasien untuk melakukan penelusuran riwayat yang bersangkutan sampai positif COVID-19.

Berdasarkan hasil penelurusan dan pengakuan yang bersangkutan, pada 2 Maret 2020 yang bersangkutan dilantik sebagai anggota polisi setelah menempuh pendidikan di Selopamioro, Imogiri, Bantul.

Pada sore harinya, yang bersangkutan berangkat ke Jakarta mengantarkan neneknya dengan menggunakan kendaraan pribadi. Saat perjalan tersebut, yang bersangkutan beberapa kali singgah di rumah makan.

Pada 4 Maret 2020 sampai di rumahnya, dan sempat mengambil seragam di daerah Janti, Yogyakarta. Sepulang dari Jakarta sempat bertemu dengan dua orang temannya di Wonosari.

Pada 8 Maret 2020, yang bersangkutan mengeluh demam, dan sedikit nyeri persendian. Pagi harinya atau 9 Maret 2020 kembali ke SPN Selopamioro Bantul untuk kegiatan, dan malam harinya memeriksakan diri ke RS Panti Rahayu, di sana dicek laboratorium. Pada 11 Maret 2020 kembali ke RS Panti Rahayu, dan pada 12 Maret 2020 melakukan kegiatan olahraga.

Selanjutnya, pada 19 Maret 2020 tes kesehatan di kantornya di Baciro, sampai 24 Maret 2020 di kantornya. Pada 24-25 Maret 2020, pasien sempat mengalami keluhan, sehingga pada 26 Maret 2020 di RS Bhayangkara dan disiolasi, masuk katogori pasien dalam pengawasan (PDP).

"Namun, 31 Maret 2020, hasil rapid test dia negatif, tetapi swab tenggorokannya masih belum ada hasilnya sehingga yang bersangkutan dipulangkan," kata Dewi.

Lebih lanjut, Dewi mengatakan pada 4 April 2020, hasil swab dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, keluar dan hasilnya positif. Dinkes sudah melakukan kontak dengan yang bersangkutan untuk mengedukasi apakah bersedia atau dirawat di rumah sakit agar tidak menimbulkan risiko.

"Sore ini kemungkinan yang bersangkutan akan dijemput dan dirawat di RS Panti Rahayu," katanya,

Dinkes Gunung Kidul, kata Dewi, juga melakukan pemeriksaan kontak yang ada di rumah pasien tersebut. Sudah ada tujuh orang yang dilakukan "contact tracing" di mana semuanya tidak ada keluhan.

"Dinkes juga melakukan rapid test kepada empat orang, masing-masing ayah, ibu, adik dan asisten rumah tangga (ART), dan hasilnya negatif semua," katanya.

Seperti diketahui, hingga hari ini, di Kabupaten Gunung Kidul terdapat dua pasien positif COVID-19. Satu di antaranya sembuh dan pulang ke rumahnya. Kemudian, jumlah PDP mencapai 32 orang, dan yang sudah diambil spesimen 18 orang dan orang dalam pemantaun (ODP) sebanyak 839 orang.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar