DPRD Bantul tinjau kesiapan operasional RS darurat COVID-19

id RS Darurat COVID,corona bantul

DPRD Bantul tinjau kesiapan operasional RS darurat COVID-19

Pimpinan DPRD Bantul dan Dinkes Bantul usai meninjau calon rumah sakit darurat COVID-19 di bangunan bekas Puskesmas Bambanglipuro Bantul, DIY. (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meninjau gedung bekas Pusat Kesehatan Masyarakat Bambanglipuro untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam mengoperasionalkan fasilitas kesehatan tersebut sebagai rumah sakit darurat Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19.

"Dalam rangka penanggulangan COVID-19, kami berusaha memastikan kesiapan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam mengantisipasi jikalau nantinya COVID-19 ini masih terus ada, tapi harapan kita jangan sampai," kata Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo, usai inspeksi ke bangunan bekas Puskesmas Bambanglipuro Bantul, Rabu.

Dia mengatakan, sebagai lembaga legislatif, tentunya memberikan apresiasi kepada Dinkes Bantul yang sedang mempersiapkan RS darurat COVID-19, karena diharapkan nantinya pasien dalam pengawasan (PDP) dengan gejala ringan atau sedang bisa dirawat dan diisolasi di fasilitas kesehatan ini.

"Sehingga tidak menumpuk di rumah sakit rujukan dalam hal ini RSUD Panembahan Senopati dan tidak menambah semrawutnya rumah sakit sana serta tidak menambah penyebaran, karena di sana semua pasien tidak hanya yang PDP namun juga yang positif," katanya lagi.



"Dengan kita jadikan satu PDP di sini, harapannya itu bisa terisolasi dan jangan sampai nanti masih isolasi mandiri di rumah dan sebagainya," kata Hanung.

Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharjo mengatakan bahwa perkembangan pembangunan rumah sakit darurat atau rumah sakit lapangan khusus COVID-19 di gedung bekas Puskesmas Bambanglipuro berjalan sesuai rencana dan ditargetkan bisa selesai dalam beberapa hari ke depan.

"Alhamdulillah semua pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan perkiraan, mudah-mudahan nanti hari Senin (13/4) benar-benar bisa beroperasi, ini semua kita kebut, kita percepat pelaksanaannya baik untuk pembangunan maupun penyediaan alat medis dan APD (alat pelindung diri)," katanya pula.

Dia menjelaskan, rumah sakit darurat COVID-19 di Bantul ini direncanakan terdapat 50 tempat tidur pasien, dengan sembilan dokter umum, 32 perawat, empat nutrisionis, empat driver, kemudian ada ruangan radiografer, rekam medis, laboran, dan sarana kesehatan lainnya.

"Hari ini ada inspeksi dari pimpinan DPRD dan Komisi D untuk memastikan progres dari pembangunan rumah sakit lapangan COVID-19," kata Agus pula.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar