Kulon Progo melakukan gerakan sistem tanam padi jajar legowo super

id gerakan tanam padi jajar legowo super,Dinas Pertanian dan Pangan,Kulon Progo

Kulon Progo melakukan gerakan sistem tanam padi jajar legowo super

Inovasi tehnologi padi jarwo super di Giripeni dilaksanakan bekerja sama denga BPTP Yogyakarta di lahan seluas empat hektare dengan varietas padi unggul baru Inpari 44 dan Inpari nutri zink masing-masing dua hektare. ANTARA/HO/Aris Nugraha

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggandeng Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta untuk melakukan gerakan sistem tanam padi jajar legowo super di Bulak Giripeni seluas empat hektare dalam rangka mendukung kedaulatan pangan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha di Kulon Progo, Senin, mengatakan kegiatan inovasi teknologi padi jarwo super di Giripeni dilaksanakan bekerja sama denga BPTP Yogyakarta di lahan seluas empat hektare dengan varietas padi unggul baru Inpari 44 dan Inpari nutri zink masing-masing dua hektare.

"Teknologi yang dikembangkan, yakni penggunaan biodekomposer, penggunaan varietas unggul baru, menanaman dengan mekanisasi pertanian, penggunaan pemupukan lengkap, dan pengendalian hama terpadu," kata Aris Nugraha.

Ia mengatakan tujuan gerakan tanam padi jajar legowo super adalah untuk mendiseminasikan teknologi jajar legowo super spesifik lokasi DIY kepada petani melalui demplot, meningkatkan motivasi petani agar mampu menerapkan inovasi teknologi jarwo super untuk meningkatkan produktivitas padi dan pendapatan petani.

Komponen dalam kegiatan tersebut adalah varietas unggul baru, biodekomposer, pupuk hayati, mesin tanam transplenter, pemupukan sesuai kebutuhan tanaman, pengendalian hama dan mesin panen combine harvester.

Varietas padi yang ditanam di bulak tersebut adalah Inpari 44 Agritan dan Inpari Ir Nutri Zinc. Inpari 44 Agritan mempunyai keunggulan terhadap ketahan hama dan penyakit dan mempunyai potensi hasil 9,25 ton/hektare. Sedangkan Inpari Ir Nutri Zinc yang mempunyai keunggulan mengatasi masalah stunting atau kekerdilan karena memilik kandungan Zn sebesar 34,51 ppm atau 8 ppm lebih tinggi dari varietas umumnya, mempunyai potensi hasil 9,98 ton/hektare.

"Saat ini, kekerdilan merupakan ancaman terhadap kualitas manusia Indonesia juga ancaman terhadap kemampuan dan daya saing bangsa karena anak-anak "stunted" tidak hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja melainkan juga terganggu perkembangan otaknya," katanya.

Selain itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menerapkan pendekatan kawasan sebagai arah dan kebijakan strategi pembangunan pertanian ke depan, seiring dengan dinamika perubahan lingkungan strategis dan tantangan yang semakin berat.

Tantangan itu ditunjukkan dengan terjadinya tren perubahan langkanya energi fosil, meningkatnya petani marjinal, kemajuan iptek dan meningkatkatnya kebutuhan pangan akibat COVID-19 dan akan memasuki bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2020.

"Untuk mempercepat adopsi teknologi tersebut diperlukan terobosan teknologi secara massal melalui teknologi secara terfokus, sistematis, sinergis dan terintegrasi untuk meningkatkan produksi yang bermuara pada peningkatan pendapatan petani," katanya.

Aris mengharapkan kedepan agar program Kostratani yang merupakan Program Nasional Kementan yang sangat mulia dapat meningkatkan motivasi petani dalam rangka menyediakan pangan nasional. Saat ini petani di Kulon Progo telah memasuki panen raya dan selanjutnya akan dilakukan percepatan tanam agar ketersediaan pangan tetap aman walaupun dalam ancaman COVID-19 dan Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2020 stok pangan dijamin aman sehingga masyarakat tidak akan resah dan tetap tenang.

"Kebutuhan pokok lainya seperti cabai, bawang merah, telur, daging ayam dan kebutuhan pokok lainnya tetap tersedia dalam jumlah cukup aman," katanya.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar