Sultan mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat hadapi COVID-19

id sultan,COVID-19,sultanmenyapa,gotong royong,yogyakarta,kabar baik,berita baik,sembuh dari covid

Sultan mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat hadapi COVID-19

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X memberikan keterangan pers terkait kasus COVID-19 di Kepatihan, Yogyakarta, Minggu (15/3/2020). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww.

Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi semangat gotong royong dan toleransi masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Saya yakin, generasi mereka yang tidak mengalami musibah dunia ini, tentu akan membanggakan generasi kita sebagai orang-orang yang tahan uji karena menghadapi tantangan ini bersama-sama dan bergotong-royong dengan semangat 'golong gilig' mewujudkan kembali Pancasila sebagai jati diri bangsa," kata Sultan dalam keterangannya di Yogyakarta, Selasa.

Hal ini disampaikan Sultan, dalam program #SultanMenyapa Jilid 3 dengan judul "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab".

Menurut Sultan, semangat gotong royong masyarakat saat ini tak ubahnya seperti pada masa bencana gempa bumi Tahun 2006 di Yogyakarta. Kala itu, masyarakat saling membantu dan bekerja sama tanpa membedakan latar belakang agama.

"Saat itu, para ulama, lintas agama bekerja sama membantu para korban tanpa menanyakan apa agamamu," kata Sultan.

Hal itu, menurut Sultan, membuktikan bahwa di hati nurani mereka yang paling dalam, selalu bersemi semangat toleransi antarumat beragama.

"Saat ini kita juga menyaksikan kisah-kisah mengharukan. Mereka bekerja sama dan saling berbagi. Orang-orang yang saling menjaga tetangganya. Bahkan dunia bisnis pun diubah menjadi dunia pengabdian bagi kemanusiaan untuk sesama yang papa," kata dia.

"Di bulan penuh keutamaan dan keistimewaan ini, semoga keberkahan dan kebahagiaan berada di sekitar kita," kata Raja Keraton Yogyakarta ini.

Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY Ditya Nanaryo Aji menjelaskan bahwa #SultanMenyapa Jilid 3 dengan judul "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" mengusung pesan bahwa seseorang akan menjadi sosok manusia yang seutuhnya ketika dirinya bermanfaat bagi orang lain.

"Ketika seseorang sudah bisa menimbang mana yang baik untuk dirinya, sekaligus bagi lingkungan sosialnya, maka dia telah menjadi insan yang mampu berpikir dan berbuat adil. Kemampuan dan inisiatif untuk berbuat adil inilah yang sejatinya menjadi ruh terbentuknya peradaban," kata Ditya.

Dengan hadirnya wabah COVID-19 ini, kata dia, menunjukkan bahwa kebesaran hati dan kemauan untuk berbuat baik kepada sesama manusia selalu diuji.

"Ini adalah sebuah bencana global, dimana hampir seluruh dunia merasakan dampak wabah corona. Saat inilah manusia harus bangkit bersama, saiyeg saekpraya, menyalakan kembali kebersamaan dalam sebuah asa," kata dia.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar