PBSI mulai mempersiapkan atlet-atlet junior menuju WJC 2020

id world junior championships,bulutangkis,badminton

PBSI mulai mempersiapkan atlet-atlet junior menuju WJC 2020

Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin meraih gelar juara WJC 2019 usai menaklukkan unggulan pertama China Di Zi Jian/Wang Chang dengan skor 21-19, 21-18 di laga final yang berlangsung di Kazan, Rusia, Minggu (13/10/2019) (Tim PBSI)

Jakarta (ANTARA) - PP PBSI mulai mempersiapkan atlet-atlet juniornya untuk menghadapi World Junior Championships (WJC) 2020 yang rencananya akan diselenggarakan pada 28 September hingga 11 Oktober 2020 di Auckland, Selandia Baru.

Sejauh ini, pelaksanaan kejuaraan bulu tangkis dunia junior tersebut masih terjadwal dan belum ada pengumuman lebih lanjut dari federasi badminton dunia (BWF). Sehingga, PBSI mulai fokus menyusun skuad pemain yang akan diturunkan nanti.

“Memang sampai sekarang belum ada pengumuman mengenai perubahan jadwal WJC 2020 dari BWF. Tapi untuk jaga-jaga, kami akan mempersiapkan atlet-atlet junior dari sekarang,” kata Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto melalui siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, WJC merupakan turnamen yang penting, terutama untuk kelas junior. Jadi, selain mempersiapkan tim utama jelang turnamen-turnamen besar pada tahun ini, pihaknya juga akan fokus pada persiapan skuad junior.

“Kelihatannya BWF akan mengutamakan penyelenggaraan WJC 2020 selain turnamen-turnamen besar lainnya di kelas senior, karena WJC merupakan kalender penting untuk kelas junior. Jadi, sebaiknya kita mulai persiapkan saja,” tutur Budi.

World Junior Championships merupakan turnamen paling bergengsi di kelas U-19 dan juga berada di kategori Grade 1 turnamen beregu.

Pada WJC 2019 lalu yang digelar di Kazan, Rusia, Indonesia berhasil memboyong Piala Suhandinata di nomor beregu. Tak hanya itu, ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga berhasil membawa pulang Piala Eye Level di nomor perorangan.
 

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar