DKP DIY memastikan aktivitas nelayan normal di tengah wabah COVID-19

id nelayan,ikan tangkap,yogyakarta,DIY,COVID-19,dinas kelautan

DKP DIY memastikan aktivitas nelayan normal di tengah wabah COVID-19

Aktivitas nelayan. (FOTO ANTARA)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan aktivitas para nelayan di Kabupaten Bantul, Kulon Progo, dan Gunung Kidul tetap berlangsung normal di tengah pandemi COVID-19.

"Penangkapan ikan tetap jalan normal, kemudian pemasaran hasil tangkapan juga lancar," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Bayu Mukti Sasongka saat dihubungi di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Bayu, hingga saat ini produksi ikan tangkap yang diperoleh para nelayan terus meningkat.

Berdasarkan akumulasi data sejak Januari hingga April 2020 hasil tangkapan ikan di DIY mencapai 2.050 ton mulai dari ikan tongkol, tuna, cakalang, serta layur dan diharapkan mampu mencapai target 6.481 ton ikan hingga akhir 2020.

Secara ekonomi, menurut dia, tidak ada kendala yang dihadapi para nelayan terkait dengan penjualan hasil tangkapan ikan.

Ia mengakui di awal munculnya COVID-19 pemasaran ikan sempat tersendat tetapi saat ini sudah kembali lancar. Serapan pasar baik eskpor melalui Pelabuhan di Surabaya maupun lokal juga tidak ada kendala.

"Seiring berjalannya waktu sekarang sudah normal lagi. Bahkan kemarin ada kapal ukuran 30 Gross Ton (GT) Inkamina mendapat 20 ton (ikan) itu langsung habis terjual," kata dia.

Untuk meminimalisasi kemungkunan para nelayan DIY tertular COVID-19, Bayu memastikan bahwa nelayan-nelayan dari luar daerah DIY tidak diizinkan masuk.

"Sementara selama pandemi COVID-19 tidak diizinkan masuk terutama untuk perahu motor dari luar daerah yang akan masuk ke pelabuhan," kata Bayu.

Para nelayan, kata dia, juga telah diimbau menerapkan protokol kesehatan selama melaut dan difasilitasi handsanitizer serta masker.

Hingga saat ini, menurut dia, bantuan handsanitizer serta masker untuk 19 Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di sepanjang Pantai Selatan DIY masih dalam proses pengadaan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kata dia, juga memiliki rencana untuk memberikan bantuan bagi nelayan meski masih menunggu proses pencairan anggaran.

Menurut dia, pendataan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) bagi nelayan juga terus dilakukan. Kartu ini bermanfaat agar pemberian bantuan seperti asuransi nelayan, termasuk penyerahan bantuan kapal Mina Maritim (Inka Mina), bantuan program Pemberdayaan Usaha Masyarakat (PUM), serta berbagai bantuan lainnya tepat sasaran.

"Dari 3.126 nelayan di DIY, 80 persen di antaranya sudah memiliki kartu Kusuka," kata dia.

Suparyono, seorang nelayan Pantai Congot, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo mengatakan bahwa aktivitas melaut tak terkendala COVID-19.

"Penjualan ikan diambil pedagang-pedagang kecil, masih lancar. Harga ikan juga belum turun betul," kata dia.

Meski saat ini sebagian nelayan di Pantai Congot tidak melaut. Menurut dia, hal itu bukan disebabkan dampak COVID-19, melainkan karena kondisi gelombang di laut selatan.

"Sekarang tidak melaut karena gelombang mulai kemarin cukup besar," kata Suparyono.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar