Lima PDP COVID-19 di DIY meninggal dunia

id PDP,meninggal,Yogyakarta,DIY

Lima PDP COVID-19 di DIY meninggal dunia

Dokumen - Petugas medis membawa seorang PDP terduga COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan, Sumatera Utara, Rabu (18/3/2020). ANTARA/Septianda Perdana.

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat lima pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 meninggal dunia saat masih menunggu hasil laboratorium.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Rabu, menyebutkan lima pasien yang meninggal dunia itu berasal dari Kabupaten Sleman, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta.

"Sudah diambil swab hanya yang terakhir yang belum sempat," kata dia.

Dia mengatakan pasien PDP yang meninggal dunia, pertama berjenis kelamin laki-laki, berusia 77 tahun (warga Sleman) memiliki riwayat stroke, pasien kedua berjenis kelamin perempuan, berusia 49 tahun (warga Sleman) memiliki riwayat sakit jantung, pasien ketiga perempuan, berusia 63 tahun (warga Kulon Progo) memiliki riwayat sakit diabetes.

Selain itu, pasien keempat perempuan, berusia 68 tahun (Kota Yogyakarta) memiliki riwayat sakit ginjal, dan pasien kelima perempuan, berusia 56 tahun (Kota Yogyakarta) belum menjalani uji swab.

Ia mencatat pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah satu kasus, yakni pasien kasus 124 berjenis kelamin laki-laki, berusia 39 tahun, warga Kota Yogyakarta.

"Pasien ini memiliki riwayat pernah mengikuti jamaah di lokasi masjid klaster Tabligh Kabupaten Sleman," kata dia.

Selain itu, kata Berty, kasus pasien sembuh dari COVID-19 di DIY juga bertambah satu, yakni pasien kasus 68 berusia laki-laki, berusia 27 tahun, warga Sleman.

Ia menyebutkan total orang dalam pemantauan (ODP) di DIY hingga Rabu, mencapai 5.191 orang, total PDP yang sudah diperiksa terkait dengan COVID-19 (dengan tes swab) tercatat 999 orang.

Dari jumlah PDP tersebut, 740 orang di antaranya dinyatakan negatif corona, 122 orang positif di mana 53 orang di antaranya sembuh, dan tujuh meninggal, sedangkan yang masih menunggu hasil 137 orang dengan sembilan di antaranya telah meninggal.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar