Benarkah, Tidur berlebihan selama Ramadhan buruk untuk kulit

id tidur berlebihan,pelembap,kulit kering,Kesehatan

Benarkah, Tidur berlebihan selama Ramadhan buruk untuk kulit

Ilustrasi tidur (Shutterstock) (Shutterstock/)

Anjuran selama masa COVID-19 tidur cukup tapi tidak berlebihan. Sebaiknya harus ingat kulit senantiasa diberikan pelembap.
Jakarta (ANTARA) - Sebagian Anda yang lebih memilih tidur selama Ramadhan dan pandemi COVID-19 ini karena berbagai alasan, harus waspada karena hal ini bisa berdampak buruk pada kulit, terutama jika Anda lupa mengoleskan pelembap sebelum tidur.

"Anjuran selama masa COVID-19 tidur cukup tapi tidak berlebihan. Sebaiknya harus ingat kulit senantiasa diberikan pelembap. Selama kulit lembap, bersih, tidak ada masalah," kata dokter spesialis kulit, ahli dermatologi kosmetik dari RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Lilik Norawati dalam diskusi media via daring, Selasa.

Baca juga: Pakar kejiwaan UGM: wanita rentan stres selama pandemi COVID-19

Anda yang tidak mengoleskan pelembap lalu tidur relatif lama, siap-siaplah menghadapi kulit kering terlebih jika Anda tidur di dalam ruangan ber-AC.

Kulit yang kering bisa berisiko memunculkan rasa gatal. Selain itu, Kulit kering bisa membuat Anda lebih rentan terhadap bakteri atau infeksi karena kurangnya kelembapan, kulit tangan akan mudah pecah-pecah, menciptakan jalan masuk bagi mikro organisme seperti bakteri, virus, jamur yang selanjutnya dapat menimbulkan masalah baru pada kulit.

"Kulit tangan juga dapat mengalami iritasi akibat penggunaan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol, yang dapat menyebabkan dermatitis atau eksim berkepanjangan," kata Lilik.

Agar kulit tak menjadi kering, Lilik menyarankan Anda mengoleskan pelembap dua kali lebih banyak daripada di siang hari.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta: Pemeriksaan pengunjung Indogrosir untuk mempercepat pemetaan sebaran COVID-19

Di sisi lain, dokter spesialis kulit, dermatologi pediatrik dari Klinik Sakti Medika, Tebet, Jakarta, Tina Wardhani Wisesa menyarankan tidur berkualitas walau singkat ketimbang tidur panjang tetapi tak berkualitas.

"Tidur paling penting kualitas bukan kuantitasnya, sebentar tetapi mantap. Bangun segar lagi. Tetapi kalau tidur panjang tapi kualitasnya tidak baik, kelihatan lelah orangnya. Kalau tidur di ruangan AC, pelembap nomor satu apalagi usia di atas 40 tahun, penggunaan pelembap bisa berulang," papar dia.
 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar