Siber Bareskrim menyelidiki penjualan surat keterangan sehat di internet

id surat keterangan sehat,covid 19,ahmad ramadhan

Siber Bareskrim menyelidiki penjualan surat keterangan sehat di internet

Kepolisian Resor (Polres) Jembrana, Bali menangkap tujuh orang komplotan pemalsu surat keterangan sehat COVID-19, yang diedarkan kepada masyarakat yang hendak ke Pulau Jawa lewat Pelabuhan Gilimanuk. ((Antara News Bali/)

Untuk penawaran surat di sejumlah e-commerceā€ˇ, saat ini penyidik siber Polri tengah melakukan penyelidikan.
Jakarta (ANTARA) - ‎Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyelidiki iklan penjualan surat keterangan sehat bebas COVID-19 yang sempat ditawarkan di sejumlah situs marketplace.

"Untuk penawaran surat di sejumlah e-commerce‎, saat ini penyidik siber Polri tengah melakukan penyelidikan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (15/5).

Situasi pandemi virus COVID-19 di Indonesia belakangan ini dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk mencari keuntungan secara ilegal dengan memperjualbelikan surat keterangan sehat bebas COVID-19 palsu di sejumlah 'marketplace'.

Baca juga: WNI dan WNA dari luar negeri wajib kantongi surat sehat atau tes COVID-19

Iklan penjualan surat keterangan sehat di 'marketplace' ‎pun sempat menjadi perbincangan warganet karena viral di media sosial.

Pasca-transportasi umum untuk penumpang tujuan khusus boleh beroperasi kembali selama pemberlakuan PSBB, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mewajibkan masyarakat membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan atau menunjukkan hasil negatif tes COVID-19 sebagai syarat bepergian.

Kondisi ini dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menjual surat keterangan sehat palsu mulai dari harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Baca juga: Gubernur DIY pertimbangkan pemberlakukan PSBB jika kasus positif COVID-19 dominan

Kini iklan penjualan surat tersebut sudah dihapus dari masing-masing marketplace.

Adanya praktik jual beli surat keterangan sehat ternyata tidak hanya terjadi di 'marketplace'. ‎Di Bali, surat ini bahkan diperdagangkan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Tujuh pelaku berhasil ditangkap polisi.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar