ACT gencarkan pembangunan sumur wakaf menghadapi kemarau di DIY

id ACT,sumur,DIY

ACT gencarkan pembangunan sumur wakaf menghadapi kemarau di DIY

ACT bangun sumur wakaf hadapi kemarau di DIY. (ANTARA/HO-ACT)

Yogyakarta (ANTARA) - Lembaga Kemanusiaan Global Wakaf-ACT Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggencarkan pembangunan sumur wakaf di Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul, menghadapi musim kemarau.

"Berkat kepercayaan dari para pewakaf, hingga saat ini ACT DIY telah membangun 28 unit sumur wakaf di DIY," kata Kepala Cabang ACT DIY Bagus Suryanto di Yogyakarta, Senin.

Selama Ramadhan tahun ini, ACT DIY telah meresmikan sumur wakaf di Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Desa Plembutan, Kecamatan Playen, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, dan Desa Sumberejo, Desa Bendung, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunung Kidul.

Pembangunan sumur wakaf di Bantul, antara lain di Kecamatan Dlingo. Daerah yang dipenuhi bebatuan keras itu berhasil dibor dan mengeluarkan air pada kedalaman 80 meter.

"Total sumur yang telah selesai pengerjaannya Bulan Ramadhan ini mencapai tujuh titik, yaitu di Bantul dan Gunung Kidul," kata dia.

Sumur wakaf di Dlingo, Bantul ini dibangun di lingkungan Sekolah MTs Negeri 8 Bantul. Berdasarkan informasi yang ia terima, sekolah itu selalu kesulitan air bersih saat musim kemarau.

"Bahkan hanya untuk keperluan berwudu saja anak-anak harus menempuh perjalanan dua kilometer ke sumber air, rata-rata sumur galian milik sekolah dan warga sekitar pada mengering," kata Puji, Guru MTs Negeri 8 Bantul.



Kondisi serupa juga dirasakan masyarakat di Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul. Dampak musim kemarau tahun lalu membuat masyarakat setempat kekurangan air bersih.

"Untuk kebutuhan air sehari-hari saja jika tidak ada bantuan air bersih dari pemerintah, warga sini harus membeli dari truk tangki swasta hingga 350 ribu rupiah per tangkinya," kata warga setempat, Subardi (45).

Sumur wakaf yang dibangun di Desa Mertelu, kata dia, memiliki kedalaman 65 meter dan dilengkapi dengan pompa air jenis "jet pump" serta "torn" penampungan berkapasitas 5.000 liter.

Selain itu, secara bergantian warga juga turut mengalirkan air melaui pipa-pipa ke rumah masing-masing.

“Setelah ini kami juga akan membangun sumur wakaf di Desa Salam,Patuk, Desa Tegalrejo, Gedangsari, Desa Pacarejo, Semanu dan akan terus membangun sumur wakaf dengan target minimal empat sumur setiap bulannya," kata Bagus.


 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar