115 WNI repatriasi datang melalui Terminal Giwangan Yogyakarta

id penumpang,wni,repatriasi,terminal giwangan

115 WNI repatriasi datang melalui Terminal Giwangan Yogyakarta

Ilustrasi kedatangan penumpang di Terminal Giwangan. ANTARA/Eka AR.

Yogyakarta (ANTARA) - Sebanyak 115 Warga Negara Indonesia repatriasi akibat pandemi COVID-19 tercatat datang melalui Terminal Giwangan Yogyakarta hingga akhir pekan lalu, namun tidak semuanya kembali ke wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

“Dari 4 Mei sampai 17 Mei, kami mencatat sudah ada 115 orang yang masuk program repatriasi datang melalui Terminal Giwangan Yogyakarta,” kata Pengelola Administrasi Terminal Giwangan Aji Fajar di Yogyakarta, Selasa.

Meskipun demikian, lanjut dia, tidak semua WNI repatriasi tersebut menuju kota dan kabupaten di DIY, tetapi ada beberapa yang melanjutkan perjalanan ke sejumlah tujuan di Provinsi Jawa Tengah seperti Klaten dan Solo.

Sebagian besar adalah anak buah kapal (ABK) kapal pesiar yang dipulangkan dari berbagai negara. “Kami sebatas menerima dan mendata saja. Kami pun tidak tahu sampai kapan akan ada pemulangan WNI repatriasi lagi yang masuk ke Giwangan. Saat tiba, mereka biasanya sudah langsung ditangani oleh agen,” katanya.

Sedangkan untuk kedatangan penumpang umum di Terminal Giwangan tidak mengalami kenaikan atau lonjakan meskipun sudah ada kebijakan pengecualian pembatasan transportasi untuk perjalanan yang diterapkan.

“Pada Minggu (17/5) dan Senin (18/5), hanya ada satu dan dua bus yang masuk ke terminal dan semuanya tidak membawa penumpang. Mungkin penumpangnya sudah turun di jalan,” katanya yang juga menyebut tidak memberangkatkan bus menuju wilayah Jabodetabek.

Bus dari luar DIY yang masuk ke Terminal Giwangan, lanjut dia, adalah bus dari berbagai kota di Jawa Tengah seperti Cilacap, Purwokerto, Magelang dan Solo serta bus dari Tasikmalaya. “Jumlah penumpang yang datang pun sangat sedikit. Misalnya pada Minggu (17/5), hanya tujuh penumpang,” katanya.

Aji memastikan Terminal Giwangan tetap memberlakukan protokol kedatangan penumpang sesuai aspek kesehatan, yaitu dengan mengukur suhu, meminta penumpang mencuci tangan dan mencatat data penumpang.
 

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar