Penertiban gelandangan di Kota Yogyakarta diintensifkan jelang Lebaran

id penertiban gelandangan, pengemis,Yogyakarta

Penertiban gelandangan di Kota Yogyakarta diintensifkan jelang Lebaran

Ilustrasi penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satpol PP Kota Yogyakarta (HO-Humas Pemkot Yogyakarta)

Jumlah gelandangan dan pengemis bertambah menjelang Lebaran. Dari beberapa penertiban terakhir, kami terkadang menertibkan lima hingga 15 orang, bahkan sempat membawa 23 orang dalam sekali patroli,

Yogyakarta (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta terus mengintensifkan penertiban gelandangan dan pengemis yang jumlahnya cenderung meningkat menjelang Lebaran 2020 untuk memastikan kondisi kota tersebut tetap kondusif.

“Jumlah gelandangan dan pengemis bertambah menjelang Lebaran. Dari beberapa penertiban terakhir, kami terkadang menertibkan lima hingga 15 orang, bahkan sempat membawa 23 orang dalam sekali patroli,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta Agus Winarto di Yogyakarta, Rabu.

Gelandangan dan pengemis yang terjaring razia tersebut akan dibawa ke “shelter” milik Dinas Sosial DIY. Di tempat tersebut, seluruhnya didata dan bagi warga DIY akan mendapat pembinaan, sedangkan warga dari luar DIY akan dipulangkan ke daerah asal.

Baca juga: Arus lalu lintas Jalan Wates "H-4" Lebaran terpantau landai

Sebagian besar gelandangan dan pengemis yang terjaring razia, lanjut dia, merupakan warga dari luar DIY, bahkan ada yang berasal dari Jawa Barat hingga luar Pulau Jawa.

“Alasan mereka bermacam-macam, dari mulai kecopetan hingga kehabisan bekal dan kebetulan ada wabah corona sehingga tidak bisa kembali ke daerah asal,” katanya yang menyebut gelandangan dan pengemis tersebut biasanya duduk-duduk di tepi jalan atau di trotoar sambil membawa gerobak.

Sebagian besar gelandangan dan pengemis tersebut terjaring razia di sekitar Jalan Adi Sutjipto yang berbatasan dengan Kabupaten Sleman, atau di sekitar Pojok Beteng Keraton Yogyakarta, di sekitar Stadion Mandala Krida serta di kawasan Kotabaru.

“Ada yang terkadang membawa anaknya. Terakhir kali, kami menertibkan warga yang membawa gerobak yang di dalamnya berisi dua anak. Mereka warga Kabupaten Magelang dan langsung diminta untuk pulang,” katanya.

Baca juga: Posko THR Yogyakarta menerima tiga aduan

Agus menengarai, munculnya gelandangan dan pengemis menjelang Lebaran dipengaruhi banyaknya kegiatan pembagian bantuan sosial atau bantuan sembako kepada warga.

“Mereka sengaja menunggu pembagian bantuan sosial atau bantuan sembako dan makanan. Padahal, kegiatan pembagian bantuan di tepi jalan sudah dilarang karena lebih baik disalurkan melalui wilayah agar tepat sasaran,” katanya.

Selain mengintensifkan penertiban, Agus berharap, jumlah gelandangan dan pengemis tersebut akan berkurang dengan sendirinya usai Lebaran.

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar