Wulan Guritno ubah rundungan menjadi hiburan

id wulan guritno,pretty little liars,bullying

Wulan Guritno ubah rundungan menjadi hiburan

Wulan Guritno (instagram/wulanguritno)

Jakarta (ANTARA) - Komentar menyakitkan di dunia maya yang bermunculan karena orang-orang bisa berlindung di balik identitas anonim dapat memakan korban.

Untuk itu, Wulan menyikapi perundungan sebagai hal yang tidak serius.

Aktris Wulan Guritno berpendapat, fenomena ini terjadi karena ketidaksiapan masyarakat dalam memakai gawai, membuat mereka tidak bijak dalam memakainya.

"Karena merasa tidak ada batas, tidak secara langsung (komunikasi), kita seperti bukan makhluk hidup di dunia maya, jadi gampang banget (berkomentar jelek)," ujar Wulan di bincang-bincang daring, Rabu (20/5).



Terpaan komentar negatif sangat mungkin dialami oleh figur publik yang gerak-geriknya jadi sorotan masyarakat. Wulan menghadapi sisi lain dari kehidupan artis dengan bersandar pada orang-orang terdekat yang selalu mendukungnya.

"Kalau support system kuat, hantam dari luar berlalu saja, kadang jadi hiburan. Walau kalau mood sedang tidak bagus ya bisa kena," ujar aktris 39 tahun ini.

Wulan punya prinsip untuk bersikap baik kepada semua orang karena setiap manusia pasti punya masalah tersendiri.

"Jadi bersikap baiklah untuk semuanya."

Dia merasa tak perlu mengindahkan mereka yang tak bijak dalam berkomunikasi di media sosial dan memilih untuk meninggalkan jejak menyakitkan.

Wulan membintangi serial "Pretty Little Liars" versi Indonesia yang mengambil set sebuat kota fiksi di Bali, Amerta. Serial tersebut menceritakan kehidupan empat remaja yang seperti kehilangan arah setelah pemimpin mereka, Alissa (Yuki Kato) menghilang secara misterius.

Setahun kemudian, Hanna (Anya Geraldine), Ema (Eyka Farhana), Sabrina (Valerie Thomas) dan Aria (Shindy Huang), kembali bersatu setelah mereka mulai menerima pesan-pesan misterius dari sosok yang dikenal sebagai "A". Sosok "A" tersebut mengancam akan mengungkap rahasia terkelam mereka.
 
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2024