Gunung Kidul jamin stok elpiji bersubsidi amam

id Elpiji bersubsidi,Lebaran 2020,Disperindag Gunung Kidul,Gunung Kidul

Gunung Kidul jamin stok elpiji bersubsidi amam

ilustrasi - Seorang pekerja menata gas elpiji bersubsidi (ANTARA/Rendhik Andika)

Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan stok elpiji tiga kilogram pada Lebaran 2020 aman karena ada penambahan kuota fakultatif sebesar empat persen.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunung Kidul Johan Eko Sudarto di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan beberapa waktu lalu hasil koordinasi dengan Pertamina, ada informasi bahwa tambahan kuota empat persen, atau sekitar 14.000 tabung untuk elpiji bersubsidi.

"Stok gas bersubsidi di Gunung Kidul aman. Masyarakat tidak perlu risau dengan stok elpiji bersubsidi," kata Johan.

Ia mengakui dirinya mendapat laporan dari agen atau pangkalan, adanya penurunan konsumsi masyarakat sebagai dampak pandemi korona.

"Sebenarnya distribusi ke agennya dan pangkalan normal tapi penyerapan cenderung menurun," katanyao.

Kuat dugaan, penurunan permintaan pelaku usaha mikro belum banyak yang beraktivitas. Misalnya, pedagang baso keliling, pedagang mi ayam keliling dan rumah makan non UMKM bukan kategori pengguna elpiji tiga kilogram.

"Penurunan konsumsi elpiji lebih disebabkan tutupnya pelaku usaha kecil di Gunung Kidul akibat COVID-19," katanya.

Untuk diketahui, ketentuan harga tabung gas melon di DIY merujuk Pergub Nomor 28 Tahun 2015 tentang Harga Eceran Tertinggi Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram. Dalam pasal 1 huruf ”C” disebutkan bahwa HET tabung gas tiga kilogram Rp15.500 per tabung. Dengan kata lain, pangkalan wajib menjualnya sesuai HET. Pangkalan telah mendapatkan margin keuntungan Rp1.500 per tabung dari agen.

Sementara itu, seorang pemilik pangkalan di wilayah Kecamatan Patuk Tony mengatakan jumlah permintaan elpiji tiga pada ramadan tahun ini turun bila dibanding 2019. Dulu warga harus antre untuk mendapat elpiji tiga kilogram, namun sekarang tidak lagi.

"Stok elpiji tiga kilogram di tempat saya belum habis, dikirimi lagi tambahan elpiji," kata Tony.

Ia menyatakan permintaan berkurang sementara ketersediaan kebutuhan berlebih. Meski demikian, kata dia, kondisi di tengah pandemi COVID-19 juga ada manfaatnya bagi masyarakat luas.

"Stok elpiji bersubsidi aman bahkan sampai stok menumpuk," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar