Masyarakat diminta tidak berlebihan konsumsi makanan sajian Lebaran

id Dinkes Bantul

Masyarakat diminta tidak berlebihan konsumsi makanan sajian Lebaran

Dinas Kesehatan Bantul. (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan sajian khas Idul Fitri agar tidak berdampak gangguan kesehatan tubuh.

"Masyarakat perlu mewaspadai gangguan kesehatan pascalebaran, jangan mengonsumsi makanan berlebihan, namun secara bijak," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul Sri Wahyu Joko Santoso di Bantul, Senin.

Dia menjelaskan makanan seperti opor ayam yang tinggi karbohidrat dan lemak karena mengandung santan, aneka kue lebaran dan minuman sirup yang tinggi kandungan gula selalu menjadi sajian saat Lebaran bersama keluarga.

Ia mengatakan anjuran pemerintah agar masyarakat lebih banyak di rumah guna memutus rantai penularan virus corona baru (COVID-19) juga berdampak pada tingginya permintaan makanan cepat saji.

Oleh karena itu, katanya, masyarakat diimbau menjaga kesehatan selama pandemi corona.

Beragam makanan maupun minuman yang tinggi kalori bisa dipesan secara daring, hanya dengan melihat tampilan di aplikasi khusus pada layar telepon pintar.

"Makanan cepat saji, kandungan gula, lemak dan karbohidratnya juga sangat tinggi," katanya.

Menurut dia, aktivitas fisik masyarakat saat di rumah selama pandemi corona juga berkurang, padahal  hal itu diperlukan sebagai pembakaran kalori dari asupan makanan. Oleh karena itu, ada baiknya warga mengimbanginya dengan aktivitas ringan.

"Seperti senam ringan di sekitar rumah atau jalan-jalan ringan, bisa juga bersih-bersih rumah dan lingkungan," kata pria yang akrab disapa dokter Oky tersebut.

Dia juga berharap, masyarakat mengimbangi dengan konsumsi sayur dan buah yang mempunyai kandungan vitamin alami.

Makanan itu, katanya, diperlukan tubuh agar tetap sehat dan menunjang aktivitas sehari-hari pascalebaran.

"Konsumsi sayur dan buah lebih baik dari pada mengonsumsi tambahan vitamin berupa sirup dan tablet. Kita harus membiasakan anak-anak kita agar sedikit demi sedikit terpaksa mengonsumsi buah dan sayur," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar