Bantul tunda pekerjaan padat karya karena anggaran untuk COVID-19

id Disnakertrans Bantul

Bantul tunda pekerjaan padat karya karena anggaran untuk COVID-19

Kantor Disnakertrans Bantul (Foto ANTARA/Hery Sidik)

pada tahun 2020 program padat karya infrastruktur di Bantul dialokasikan sebesar Rp13 miliar, yang tersebar di 130 lokasi ...
Bantul (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunda pelaksanaan pekerjaan padat karya infrastruktur tahun 2020 karena anggaran dialihkan untuk penanganan dampak pandemi wabah virus corona baru atau COVID-19.

"Program padat karya sementara memang ditunda dulu pelaksanaannya, karena memang semua anggaran masih difokuskan untuk penanganan kesehatan dulu," kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul Istirul Widilastuti di Bantul, Selasa.

Menurut dia, pada tahun 2020 program padat karya infrastruktur di Bantul dialokasikan sebesar Rp13 miliar, yang tersebar di 130 lokasi seluruh kecamatan se-Bantul, dengan masing-masing lokasi dianggarkan sebesar Rp100 juta.

Baca juga: Gugus Tugas: Tidak ada penambahan positif COVID-19 di Bantul

Sesuai jadwal, realisasi program yang bertujuan untuk membuka lapangan kerja bagi keluarga-keluarga miskin atau kurang mampu tersebut dikerjakan pada Mei dengan target selesai pada Juni, namun karena ada pandemi virus corona, maka belum bisa direalisasikan.

"Kalau sesuai dengan tahapan kita itu sebenarnya Juni sudah selesai targetnya, tetapi karena situasi seperti ini (pandemi COVID-19) ya sudah kita jadwal ulang dan sementara ditunda sampai menunggu pemberitahuan lebih lanjut," katanya.

Meski pelaksanaan padat karya ditunda, namun pemerintah tetap akan mengalokasikan anggaran untuk direalisasikan ketika kondisi sudah normal, mengingat program tersebut bermanfaat untuk masyarakat banyak, karena pekerjaannya menggunakan tenaga lokal masyarakat setempat.

"Mudah-mudahan COVID-19 cepat berlalu dan pastilah pemda mengalokasikan kegiatan karena kegiatan memang bermanfaat untuk masyarakat banyak," katanya.

Baca juga: Objek wisata Pantai Parangtritis masih ditutup

Menurut dia, penundaan padat karya juga terjadi pada kegiatan yang dialokasikan Pemda DIY, meskipun sudah disosialisasikan karena semua dana direalokasi dan difokuskan untuk penanganan dampak kesehatan yang memang butuh perhatian pemda.

"Walaupun ditunda, di tahun ini mudah-mudahan bisa terealisasi, kalau belum bisa, dilanjutkan tahun depannya. Jadi tetap ada program itu, karena programnya sangat diharapkan masyarakat banyak," katanya.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar